logo

10 Game Hebat yang Gagal Total di Pasaran, Korban Timing Apes hingga Marketing Bisu, Padahal Kualitasnya Dewa!

Marysa Wulandriati
Selasa 23 Desember 2025, 12:25 WIB
10 Game Hebat yang Gagal Total di Pasaran,  Korban Timing Apes hingga Marketing Bisu, Padahal Kualitasnya Dewa!(FOTO: MainQuestID)

10 Game Hebat yang Gagal Total di Pasaran, Korban Timing Apes hingga Marketing Bisu, Padahal Kualitasnya Dewa!(FOTO: MainQuestID)

Indogamers.com - Halo Gamers! Saya yakin banget kamu pasti pernah menemukan sebuah game yang saking bagus kualitasnya, sampai kamu bingung kenapa game itu nggak jadi blockbuster global yang dibicarakan semua orang. Fenomena game bagus tapi gagal di pasaran ini sayangnya sering terjadi.

Alasannya bukan karena game-nya jelek, tapi karena berbagai faktor eksternal yang konyol; mulai dari waktu rilis yang kacau, promosi yang minim, hingga keputusan publisher yang nyeleneh.

Di artikel ini, kita bakal membedah 10 game yang harusnya bisa jadi bintang besar, tapi nasibnya berkata lain. Yuk, langsung aja kita bahas tragedi-tragedi paling absurd di industri game ini!

1. Titanfall 2

Game ini adalah contoh klasik dari sebuah produk FPS sempurna yang "dibunuh" oleh tanggal rilisnya sendiri. Bayangkan, kamu disuguhkan First-Person Shooter dengan gerakan parkour yang sangat mulus, campaign cerita yang emosional dan keren (terutama misi Effect and Cause yang legendaris), serta multiplayer yang segar dengan robot raksasa. Sayangnya, EA merilisnya tepat di minggu yang sama dengan dua raksasa: Battlefield 1 dan Call of Duty: Infinite Warfare. Meskipun gameplay Titanfall 2 sangat responsif dan membuat kamu merasa seperti pilot robot sejati, eksposurnya tertutup total oleh dua raksasa tersebut, membuat penjualannya jauh di bawah target karena kesalahan timing yang fatal.

2. Sleeping Dogs

Sleeping Dogs terasa sangat otentik dengan sistem pertarungan jarak dekat (martial arts) yang memuaskan, cerita penyamaran polisi yang seru, dan nuansa malam Hong Kong yang sangat stylish dan padat. Dunia game-nya terasa hidup, menjadikannya game open world yang punya identitas kuat. Namun, nasib penjualannya tidak ikut bersinar karena minimnya marketing dari Square Enix yang saat itu terlalu fokus pada proyek besar lainnya. Sebagai IP baru, Sleeping Dogs kesulitan bersaing di era dominasi GTA dan Saints Row yang sudah punya basis fans fanatik, sehingga meskipun pemain yang mencoba merasa puas, angka penjualannya tetap jeblok.

3. Spec Ops: The Line

Dari sampul luarnya, game ini terlihat seperti military shooter generik dengan tentara berotot dan ledakan standar. Ironisnya, strategi marketing-nya justru memperkuat kesan membosankan tersebut. Namun, begitu dimainkan, kamu akan menemukan cerita mendalam tentang trauma psikologis, moralitas yang hancur, dan keputusan berat yang memaksa pemain bertanya ulang tentang arti kepahlawanan. Masalahnya, game ini masuk ke pasar yang salah dengan kemasan yang salah. Banyak pemain yang mencari kesenangan tembak-tembakan ala Call of Duty justru mendapat "tamparan" psikologis yang berat, membuat penjualan awalnya sepi total.

4. Dishonored 2

Game ini diciptakan untuk gamer yang menyukai stealth kreatif, dunia steampunk yang elegan, dan kekuatan supernatural yang memungkinkan 1000 cara penyelesaian misi. Secara kualitas, desain level dari Arkane Studios ini jauh lebih baik dari seri pertamanya. Namun, publik tidak sempat menyadari kehebatan ini karena Bethesda memiliki kebijakan aneh saat itu: tidak memberikan salinan ulasan (review copy) ke media sebelum hari rilis. Gara-gara marketing yang terlambat ini, Dishonored 2 kehilangan momentum awal (buzz) yang krusial. Ditambah genre immersive sim yang niche, penjualannya kalah jauh dari judul AAA lain di tahun yang sama.

5. Prey (2017)

Masalah utama game jenius ini terletak pada namanya. Judul "Prey" membuat banyak orang mengira ini adalah sekuel atau remake dari game Prey lama (2006) yang bertema pemburu alien. Padahal, Prey (2017) adalah immersive sim sci-fi yang cerdas, memberikan kebebasan gila kepada pemain untuk memanipulasi sistem gameplay lewat sihir alien, gadget, atau trik unik (seperti berubah menjadi cangkir!). Branding yang salah ini menyesatkan audiens; gamer yang mencari horor murni kecewa, sementara gamer taktis tidak pernah tahu bahwa ini adalah game impian mereka. Akibatnya, penjualannya jatuh karena salah target pasar.

6. Alan Wake

Alan Wake memiliki identitas yang kuat sebagai supernatural thriller kelas atas dengan suasana mencekam dan penceritaan ala novel Stephen King. Sayangnya, nasib rilisnya sangat apes. Game ini masuk ke pasaran di hari yang sama persis dengan Red Dead Redemption pertama, yang saat itu merupakan event global besar-besaran di industri game. Meskipun Alan Wake punya ulasan bagus, atmosfer kuat, dan cerita menarik, skalanya yang lebih linear jadi tenggelam total di tengah perayaan cowboy open world yang merajai berita gaming saat itu.

7. Mirror's Edge

Game ini sebenarnya revolusioner, memperkenalkan parkour sudut pandang orang pertama (first-person) yang lincah di tahun 2008 dengan visual kota putih bersih yang ikonik. Masalahnya, ide besarnya terlalu maju untuk zamannya. Di saat pasar FPS sedang naik daun dan semua orang mencari adrenalin lewat senapan mesin, Mirror's Edge datang dengan konsep lari, lompat, dan minim tembak-tembakan. Mayoritas gamer terkesan dengan konsepnya tapi ragu untuk membelinya. Ini membuat game ini menjadi produk yang "dipuji tapi gagal dibeli", akhirnya hanya menjadi Cult Classic.

8. Psychonauts

Gaya dan ide Psychonauts tidak mirip dengan game lain; kamu bermain sebagai Raz yang masuk ke dalam pikiran orang gila, di mana setiap level adalah representasi kondisi mental seseorang yang unik, lucu, dan kreatif. Namun, inovasi segila ini membutuhkan promosi besar agar orang paham, dan Psychonauts tidak mendapatkannya sama sekali. Marketing-nya hampir nihil, distribusi fisiknya bermasalah, dan publisher saat itu tidak punya minat serius mendorongnya. Hasilnya, penjualan awal sangat buruk dan hampir membuat developer Double Fine bangkrut, padahal kualitasnya jenius.

9. The Evil Within 2

Secara kualitas, sekuel ini jauh lebih matang dari game pertamanya. Dengan dunia semi-open yang membuat eksplorasi horor lebih bebas, pertemuan musuh yang terukur, dan cerita ayah-anak yang lebih fokus, ini adalah survival horror yang solid. Namun, kasusnya langka: hampir tidak ada yang tahu game ini rilis karena Bethesda hampir tidak melakukan marketing sama sekali. The Evil Within 2 datang tanpa suara ke pasaran, membuat para penggemar seri pertama pun baru menyadari keberadaannya bertahun-tahun setelah rilis, padahal ulasannya sangat positif.

10. Okami

Game ini adalah mahakarya visual sejati, dengan gaya seni cel-shading yang menyerupai lukisan tinta Jepang yang bergerak. Gameplay-nya menggabungkan aksi, puzzle, dan mekanik melukis menggunakan "kuas surgawi" yang inovatif. Sayangnya, Okami terjebak di masa transisi konsol yang kejam. Ia dirilis di PlayStation 2 tepat saat hype PlayStation 3 sedang tinggi-tingginya dan gamer sudah mulai menabung untuk pindah ke generasi baru (HD). Meskipun ulasannya memuja game ini, penjualan Okami sangat rendah karena ia terperangkap di generasi yang salah pada waktu yang salah.

Penutup

Nah, itu dia 10 game yang kualitasnya luar biasa, tapi nasib penjualannya harus kandas. Tragedi-tragedi ini membuktikan bahwa kualitas itu penting, tapi di industri game, timing yang apes, marketing yang buruk, dan keputusan aneh publisher seringkali lebih menentukan nasib daripada isi game-nya sendiri.

Menurut kamu, game mana yang paling kasihan dan seharusnya bisa sukses besar? Sampai ketemu di kisah-kisah unik di balik industri game berikutnya!***

Follow Berita Indogamers di Google News
Editor :
Berita Terkait
Console

7 Game PS5 Terbaik yang Mendefinisikan Generasi Ini dan Mengubah Standar Gaming Selamanya

Senin 22 Desember 2025, 10:29 WIB
undefined
Console

Top 7 Game Nintendo Switch Skor Sempurna 10/10, Masterpiece Tanpa Filler!

Jumat 19 Desember 2025, 16:34 WIB
undefined
Console

Top 7 RPG Paling Dinanti di Nintendo Switch dan Switch 2 Tahun 2026, Remaster Tales hingga Pokemon Unik!

Jumat 19 Desember 2025, 16:41 WIB
undefined
Console

Top 7 Game PS5 Perfect 10/10, Masterpiece Wajib Main, dari Elden Ring hingga Astro Bot!

Jumat 19 Desember 2025, 16:46 WIB
undefined
Console

Top 7 Game RPG Taktis dan Strategi Terbaik 2025, Final Fantasy Tactics hingga Mecha War!

Senin 22 Desember 2025, 09:39 WIB
undefined
Console

Rekomendasi 7 Game JRPG Nintendo Switch Terbaik 2025, Dari Remake Legendaris hingga Open World Masif!

Selasa 23 Desember 2025, 10:36 WIB
undefined
Console

10 Game Nintendo Switch Terbaik 2025 yang Wajib Kamu Mainkan, Dari Strategi Epik hingga Balapan Seru!

Selasa 23 Desember 2025, 10:42 WIB
undefined
Console

Rekomendasi 10 Game Turn-Based Nintendo Switch Terbaik yang Wajib Kamu Coba, Dari Taktik Brutal hingga RPG Santai!

Selasa 23 Desember 2025, 11:24 WIB
undefined
Console

7 Rekomendasi Game Metroidvania Murah Terbaik 2025 dengan Gameplay Menantang dan Cerita yang Bikin Penasaran

Senin 22 Desember 2025, 10:33 WIB
undefined
Console

7 Rekomendasi Game Platformer 2D Terbaru 2025 dengan Visual Unik, Dari Aksi Ninja Brutal hingga Horor Ala Disney!

Senin 22 Desember 2025, 12:04 WIB
undefined
News Update
Guides15 Januari 2026, 11:06 WIB

Ubah Foto Pernikahan Menjadi Video Animasi dengan AI Ubah Foto Menjadi Video

Kamu dapat mengubah foto-foto pernikahan kamu menjadi pengalaman seperti film dengan bantuan teknologi AI seperti Pippit.
Pippit AI
E-Sport13 Januari 2026, 17:10 WIB

Tips Pro Granger Ala Gold Laner SRG Innocent, Auto Menang Ranked MLBB!

Gold Laner SRG Innocent yang tengah bermain di Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) World Championship M7 berbagi tips menang bermain hero Granger.
Gold Laner SRG Innocent di Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) World Championship M7 (FOTO: Dok.Moonton)
Gadget13 Januari 2026, 15:43 WIB

Fans HP Mungil Gigit Jari! Ini 3 Alasan Kenapa OnePlus Gak Bakal Rilis HP Compact dalam Waktu Dekat

Suka HP yang nyaman digenggam satu tangan? Sayangnya, OnePlus baru saja memberikan kabar pahit. Simak alasan kenapa mereka ogah bikin HP compact lagi di sini!
Fans HP Mungil Gigit Jari! Ini 3 Alasan Kenapa OnePlus Gak Bakal Rilis HP Compact dalam Waktu Dekat (FOTO: digitaltrends)
Gadget13 Januari 2026, 15:43 WIB

Bye-bye Tukang Intip! Samsung Bakal Pasang Layar Anti-Kepo di Semua Lini Galaxy S26

Lagi asyik mabar atau buka chat rahasia di tempat umum tapi takut diintip? Samsung Galaxy S26 punya solusinya lewat teknologi "Privacy Display" yang canggih abis!
Bye-bye Tukang Intip! Samsung Bakal Pasang Layar Anti-Kepo di Semua Lini Galaxy S26 (FOTO: digitaltrends)
News13 Januari 2026, 12:24 WIB

Event Free Fire Jujutsu Kaisen: Cursed Energy, Sekolah Jujutsu Bermuda Sampai Dengan Bundle Yuji Gratis!

Free Fire x Jujutsu Kaisen event seru yang akan hadir melalui event global Kebangkitan Jujutsu dan banyak hadiah juga keseruan lainnya.
Kolaborasi seru Free Fire x Jujutsu Kaisen segera hadir melalui event global jebangkitan jujutsu (FOTO: Dok.Garena)
E-Sport13 Januari 2026, 10:14 WIB

Alter Ego Jadi Tim Pertama Lolos Menuju Knockout M7, Nino dan Arfy Ungkap Kunci Kemenangan Mereka

Alter Ego (AE) resmi amankan tiket Knockout M7 dengan rekor sempurna! Simak alasan emosional di balik kemenangan atas Yangon Galacticos, mulai dari dendam scrim hingga misi balaskan kekalahan ONIC.
Alter Ego Jadi Tim Pertama Lolos Menuju Knockout M7, Nino dan Arfy Ungkap Kunci Kemenangan Mereka(FOTO: MPL ID)
E-Sport13 Januari 2026, 09:33 WIB

Solidaritas Indopride! Nino dan Alekk Yakin ONIC Esports Segera Panas dan Lolos ke Fase Knockout M7

Pemain Alter Ego, Nino dan Alekk, berikan dukungan penuh untuk ONIC Esports di M7. Alekk sebut ONIC hanya "belum panas" dan Nino ingin All Indonesian Final di posisi dua besar!
Solidaritas Indopride! Nino dan Alekk Yakin ONIC Esports Segera Panas dan Lolos ke Fase Knockout M7(FOTO: Indogamers/Rozi)
E-Sport13 Januari 2026, 09:01 WIB

Nino Ungkap Motivasi Kalahkan Yangon Galacticos Usai Alter Ego Amankan Tiket Knockout M7

Alter Ego cetak sejarah sebagai tim pertama yang lolos ke fase Knockout M7 dengan rekor 3-0! Nino bongkar alasan timnya main "ngereog" dan emosional lawan Yangon Galacticos. Simak drama di balik layar scrim di sini!
Nino Ungkap Motivasi Kalahkan Yangon Galacticos Usai Alter Ego Amankan Tiket Knockout M7(FOTO: MOONTON)
Console12 Januari 2026, 16:42 WIB

Kangen Hollow Knight? Cek Never Grave dan Deretan Game Mirip Silksong yang Siap Rilis 2026!

Sambil nunggu Silksong yang nggak kunjung datang, mending intip Never Grave dan deretan game Metroidvania keren lainnya yang bakal rilis tahun 2026. Ada yang mirip banget Hollow Knight!
Kangen Hollow Knight? Cek Never Grave dan Deretan Game Mirip Silksong yang Siap Rilis 2026! (FOTO: gamerant)
Lifestyle12 Januari 2026, 16:37 WIB

Gak Sabar! Solo Leveling Live-Action Siap Syuting April 2026, Intip 4 Detail Terbarunya!

Kabar gembira buat fans Sung Jin-woo! Adaptasi live-action Solo Leveling di Netflix resmi masuk tahap produksi. Simak jadwal syuting, jumlah episode, hingga jajaran cast-nya di sini.
Gak Sabar! Solo Leveling Live-Action Siap Syuting April 2026, Intip 4 Detail Terbarunya! (FOTO: gamerant)
Portal Media Game Nomor 1 di Indonesia

Indogamers sebuah situs yang didedikasikan kepada pecinta game dari semua kalangan dan latar belakang. Hadir menjadi sumber informasi terpercaya bagi seluruh gamers di Indonesia.

Perumahan Bukit Hijau Felicity Village Blok B No. 6 Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok Provinsi Jawa Barat 16517

+62851 8306 6952

Subscribe

Anda juga bisa mengikuti update terbaru mengenai event-event yang sedang berjalan di media sosial kami.

© Copyright 2026 IndoGamers. All rights reserved.