Indogamers.com – Selamat datang di genre di mana kesenangan didefinisikan oleh seberapa lama Anda bisa menunda penderitaan. Jika kamu bosan dengan game yang memanjakan pemain dan lebih suka tantangan yang benar-benar menguji batas kemampuan, Anda berada di tempat yang tepat.
Game-game ini tidak menawarkan pelarian dari realitas, melainkan sebuah ujian bagi ketangguhan mental dan pola pikir strategis Anda. Mari kita bedah 7 simulasi penderitaan terbaik yang wajib masuk daftar grinding Anda sekarang juga!
1. Kenshi: Menjadi Sasaran Empuk di Dunia yang Tak Peduli
Kenshi sama sekali tidak peduli pada keberadaan kamu sebagai pemain karena Anda bukan pahlawan yang ditakdirkan menyelamatkan dunia. Kamu memulai sebagai remah-remah yang menjadi mangsa bagi bandit kelaparan yang siap memukuli, memperbudak, dan bahkan membuat karakter Anda kehilangan anggota tubuh secara permanen. Bertahan hidup di sini adalah tentang bagaimana Anda menjadi cukup tangguh untuk tetap merangkak pergi setelah dipukuli habis-habisan.
2. Green Hell: Bertahan Hidup di Tengah Senjata Biologis Hutan Amazon
Green Hell memastikan bahwa lingkungan itu sendiri adalah musuh utama melalui simulasi medis yang sangat mendetail. Di hutan hujan Amazon ini, kamu tidak hanya melawan rasa lapar, tetapi harus secara granular memeriksa setiap inci tubuh dari serangan lintah hingga mengobati luka infeksi menggunakan belatung. Ini adalah pengalaman bertahan hidup yang sangat teknis dan menuntut ketelitian medis tingkat tinggi.
3. The Long Dark: Menghadapi Kematian dalam Kesunyian Alam Liar
Berbeda dengan game lain, The Long Dark membunuh kamu dengan kesunyian yang mematikan di tengah alam liar Kanada yang membeku. Musuh utama Anda adalah jumlah kalori, kekuatan angin, dan hipotermia. Satu kesalahan kecil dalam memilih jalur atau merencanakan perbekalan bisa berarti kematian perlahan di tengah kehampaan putih yang sunyi namun melankolis.
4. Rust: Eksperimen Sosial Paling Beracun di Dunia Game
Dalam semesta Rust, elemen paling berbahaya bukanlah alam liar, melainkan pemain lain yang siap menghabisi nyawa kamu hanya demi sepotong labu. Aturan emas di sini adalah jangan pernah percaya pada siapa pun. Kamu harus membangun markas setinggi mungkin dan tidur dengan satu mata tetap terbuka karena ancaman terbesar selalu datang dari sesama manusia.
5. Scum: Simulasi Metabolisme dan Detail Kesehatan yang Absurd
Scum membawa detail bertahan hidup ke level yang hampir gila dengan mensimulasikan metabolisme tubuh secara literal. Kamu tidak hanya perlu makan, tetapi harus memantau asupan vitamin, kadar mineral, hingga urusan pencernaan secara rutin. Karakter kamu bahkan bisa mengalami serangan jantung jika mengabaikan kadar natrium atau kondisi fisik secara keseluruhan di tengah baku tembak.
6. Escape from Tarkov: Raja dari Segala Ketakutan Kehilangan Gear
Ini adalah puncak dari kecemasan pemain karena sistem pertaruhan peralatan yang sangat kejam. Kamu mempertaruhkan seluruh peralatan terbaik di setiap misi, dengan pengetahuan bahwa satu peluru nyasar bisa melenyapkan seluruh barang bawaan Anda selamanya. Perjalanan menuju titik ekstraksi dengan tas penuh muatan akan menjadi pengalaman yang paling memicu adrenalin dalam hidup kamu.
7. Outward: Petualangan Rakyat Jelata yang Penuh Risiko Nyata
Outward memperlakukan kamu sebagai pengembara biasa dan bukan seorang dewa. Setiap langkah memerlukan ritual dan perhitungan risiko yang tinggi. Kamu bahkan harus melepaskan tas ransel agar bisa bertarung secara efektif, namun hal ini berisiko membuat Anda kehilangan semua perbekalan jika terpaksa melarikan diri. Kekalahan di sini memiliki konsekuensi realistis seperti ditawan atau dirampok.
Kesimpulan
Bertahan hidup di dunia game ini bukan soal menjadi yang terkuat, tapi soal seberapa tangguh mental kamu menghadapi kegagalan yang terus berulang. Dari detail medis yang bikin pusing di Green Hell hingga ketegangan sosial yang toksik di Rust, setiap judul menawarkan tantangannya masing-masing.
Sekarang giliran kamu, Sobat Gamers! Dari 7 penderitaan di atas, mana yang paling ingin kamu coba atau justru pernah membuat Anda hampir membanting stik saking frustrasinya?***