Indogamers.com – Penghargaan Game of the Year (GOTY) selalu memicu perdebatan panas. Apakah pemenangnya benar-benar mengubah standar industri, atau hanya kebetulan muncul di saat yang tepat? Setelah kemenangan mengejutkan Clair Obscure: Expedition 33 di tahun 2025 lalu, pertanyaan ini kembali relevan di tahun 2026 ini.
Mari kita lihat ke belakang dan menganalisis 10 pemenang terakhir. Kita tidak mencari siapa yang jelek, tapi mencari tahu apakah mereka menang karena kualitas murni atau faktor keberuntungan semata. Yuk, simak daftarnya versi Indogamers!
1. Overwatch (2016)
Overwatch memenangkan GOTY 2016 di saat tren FPS didominasi oleh tema militer yang suram. Blizzard datang dengan warna cerah dan karakter ikonik. Meskipun dianggap membawa angin segar, game ini juga dikritik karena mempopulerkan tren lootbox dan model live service yang kini membuat banyak gamer merasa lelah.
2. The Legend of Zelda: Breath of the Wild (2017)
Game ini mengubah wajah open world selamanya dengan memberikan kebebasan eksplorasi mutlak tanpa dipandu oleh ikon peta yang berlebihan. Sistem fisika yang cerdas membuat pemain merasa puas saat menemukan solusi sendiri. Dampak game ini terhadap standar industri di tahun-tahun setelahnya benar-benar tidak terbantahkan.
3. God of War (2018)
Mengalahkan Red Dead Redemption 2 yang sangat ambisius, God of War menang berkat eksekusi visi yang sangat terfokus dan rapi. Kratos bertransformasi menjadi sosok ayah yang emosional dalam balutan presentasi one-shot camera. Kemenangan ini memicu debat abadi: apakah GOTY milik game paling luas atau game dengan eksekusi paling sempurna?
4. Sekiro: Shadows Die Twice (2019)
Sekiro menang tanpa mencoba menyenangkan semua orang. Tidak ada grinding level; kamu dipaksa untuk menguasai ritme parry atau mati. Kemenangannya adalah bukti penghargaan terhadap desain game yang percaya diri dan tidak takut menghukum pemain demi menyampaikan visi artistiknya yang kuat.
5. The Last of Us Part II (2020)
Secara teknis, game ini adalah pencapaian luar biasa dengan detail animasi yang sempurna. Namun, keberaniannya mengambil risiko naratif dengan memaksa pemain berempati pada karakter antagonis membuatnya sangat kontroversial. Kemenangannya menegaskan bahwa game AAA bisa sukses meskipun menyajikan cerita yang memecah opini publik.
6. It Takes Two (2021)
Di tengah gempuran game epik nan serius, game ini menang dengan premis sederhana: kesenangan murni bermain berdua (co-op). Desain levelnya yang sangat variatif memastikan kamu tidak pernah bosan. Ini adalah pengingat bahwa ide kreatif dan eksekusi yang menyenangkan bisa mengalahkan budget raksasa.
7. Elden Ring (2022)
Elden Ring berhasil membuat formula Soulsborne yang terkenal sulit menjadi lebih mudah diakses lewat struktur open world. Jika kamu mentok di satu bos, kamu bisa pergi menjelajah tempat lain dulu. Ia dianggap sebagai penyempurnaan ekstrem dari formula FromSoftware yang sudah sangat matang.
8. Baldur’s Gate 3 (2023)
Kemenangan game ini mengejutkan karena genre turn-based RPG yang kompleks biasanya punya pasar niche. Baldur's Gate 3 menawarkan kebebasan pilihan yang konsekuensinya benar-benar terasa. Game ini menjadi standar baru bagi industri tentang sejauh mana RPG bisa melibatkan pemain jika digarap dengan totalitas.
9. Astro Bot (2024)
Astro Bot menang bukan karena narasi berat, melainkan karena ia tahu persis identitasnya: platformer yang sangat menyenangkan. Dengan kontrol presisi dan pemanfaatan fitur DualSense yang maksimal, game ini mengingatkan kita bahwa tujuan utama video game adalah membuat pemain tersenyum.
10. Clair Obscure: Expedition 33 (2025)
Game turn-based RPG ini mengejutkan dunia dengan mengalahkan raksasa industri lainnya tahun lalu. Dengan visual yang kuat dan sistem pertempuran inovatif, Clair Obscure membuktikan bahwa industri siap memberikan mahkota kepada IP baru yang berani tampil beda di tengah kejenuhan sekuel waralaba besar.
Kesimpulan
Sejarah GOTY menunjukkan bahwa pemenang tidak selalu game termahal atau terluas, melainkan game yang paling berani mengeksekusi visinya. Dari revolusi open world Zelda hingga kesederhanaan Astro Bot, setiap pemenang mencerminkan apa yang dihargai industri pada masa itu.
Sekarang giliran kamu, Sobat Gamers! Dari 10 pemenang di atas, mana yang menurut kamu paling layak (atau paling tidak layak) mendapatkan gelar GOTY?***