Resident Evil Requiem, Mahakarya Horor dengan Visual Paling Realistis di Tahun 2026

Resident Evil Requiem, Mahakarya Horor dengan Visual Paling Realistis di Tahun 2026 (FOTO: Resident Evil Requiem)

Indogamers.comCapcom nampaknya kembali melahirkan sebuah mahakarya melalui entri ke-9 seri horor legendaris mereka, Resident Evil Requiem. Game ini membuktikan bahwa Resident Evil masih berada di masa kejayaannya dalam satu dekade terakhir, berkat perpaduan apik antara perspektif kamera yang fleksibel dan dedikasi penuh pada elemen horor.

Salah satu kejutan terbesar bagi kamu para penggemar lama adalah kembalinya sang protagonis favorit, Leon S. Kennedy. Requiem berhasil menggabungkan nuansa klasik dengan teknologi modern, memungkinkan pemain untuk berganti antara sudut pandang orang pertama (first-person) dan orang ketiga (third-person) kapan pun diinginkan.

Visual "Next-Gen" dengan Dukungan Path Tracing

Status Resident Evil Requiem sebagai game modern paling menonjol pada kualitas visualnya. Game ini disebut-sebut sebagai salah satu game dengan grafis terbaik tahun 2026. Fitur paling impresif adalah dukungan Path Tracing yang memberikan efek pencahayaan atmosferik jauh lebih dramatis dan natural.

Pemandangan kota di awal permainan yang basah oleh hujan disebut memberikan estetika yang mengingatkan pada Alan Wake 2, namun dengan tingkat realisme yang lebih tinggi. Efek cahaya yang menembus bayangan secara natural membuat setiap sudut ruangan terasa jauh lebih mencekam bagi kamu yang memainkannya.

Performa Gahar di Perangkat High-End

Dalam pengujian menggunakan spesifikasi PC tingkat tinggi (RTX 5090 & Intel Core i9-14900KF), Resident Evil Requiem menunjukkan performa yang sangat solid. Berikut adalah poin penting performanya:

  • Resolusi 4K Max Settings: Tanpa Frame Generation, game ini mampu berjalan di kisaran 60 FPS pada area terbuka dan naik ke 70-80 FPS di ruang tertutup.

  • Nvidia Frame Generation: Dengan fitur ini, angka frame rate melonjak drastis hingga 144 FPS atau lebih, memberikan pengalaman bermain yang sangat mulus.

  • Perbandingan Sudut Pandang: Mode first-person ternyata sedikit lebih ringan (hemat sekitar 10 FPS) dibandingkan third-person karena game tidak perlu me-render detail karakter secara utuh dari jarak dekat.

Pengaturan Grafis yang Lengkap

Capcom menyediakan berbagai opsi kustomisasi visual untuk menyesuaikan dengan rig kamu. Beberapa pengaturan kunci di antaranya:

  • Ray Tracing: Tersedia opsi Normal, High, hingga Path Tracing.

  • Hair Strands: Memberikan detail rambut yang lebih nyata, terutama pada Leon saat mode third-person.

  • Lens Manipulation: Opsi detail untuk Lens Distortion, Lens Flares, dan Lens Dirt bagi kamu yang menginginkan nuansa sinematik.

Mengingat dukungan teknis yang sangat matang di platform PC dan kualitas visual yang memukau, Resident Evil Requiem diprediksi kuat akan menjadi salah satu kandidat utama Game of the Year tahun 2026.

Resident Evil Requiem bukan sekadar jualan nostalgia lewat kehadiran Leon, tapi benar-benar mendorong batas teknologi grafis saat ini. Bagi kamu yang memiliki PC dengan spesifikasi tinggi, mengaktifkan Path Tracing adalah kewajiban untuk merasakan sensasi horor yang paling nyata.

Gimana menurut kamu, lebih suka main petualangan Leon ini pakai mode first-person biar lebih seram, atau tetap setia dengan gaya klasik third-person?

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI