Terlalu Seram! Sutradara Legendaris RE2 Minta Mode Imut untuk Resident Evil Requiem

Terlalu Seram! Sutradara Legendaris RE2 Minta Mode Imut untuk Resident Evil Requiem(FOTO: Capcom)

Indogamers.com – Resident Evil Requiem memang sukses besar sejak dirilis akhir Februari lalu berkat perpaduan horor mencekam ala RE7 dan aksi intens ala RE4. Namun, saking seramnya, game ini ternyata berhasil membuat nyali salah satu tokoh legendaris di industri game ciut.

Hideki Kamiya, sutradara di balik mahakarya Resident Evil 2 original, memberikan respons yang mengundang tawa saat menanggapi pembaruan yang diumumkan oleh sutradara Requiem, Koshi Nakanishi. Lewat media sosial, Kamiya justru "memohon" agar Capcom membuatkan mode khusus yang tidak menakutkan.

Minta Zombi Jadi Imut dan Darah Jadi Bunga

Permintaan Kamiya muncul setelah Nakanishi mengumumkan bahwa Resident Evil Requiem akan mendapatkan fitur Photo Mode, mini-game baru pada Mei mendatang, serta ekspansi cerita (DLC) di masa depan. Bukannya menanyakan detail cerita, Kamiya malah mengajukan permintaan yang unik.

"Tolong buatkan 'mode tidak seram' untuk game ini," mohon Kamiya. "Di mana para zombi menjadi imut, cipratan darah berubah menjadi kelopak bunga sakura, musiknya jadi riang dan menyenangkan, sehingga kita bisa menikmati teka-teki dan pertempuran dalam suasana hati yang ceria."

Ia menambahkan alasan yang cukup jujur sekaligus memalukan bagi seorang veteran horor: "Saya ingin memainkannya, tapi ini sangat menakutkan sampai saya tidak bisa tidur sendirian lagi di malam hari. Pikirkanlah perasaan orang-orang seperti saya."

Ironi Sang Kreator Horor

Meskipun Kamiya adalah sosok di balik kesuksesan awal waralaba ini, ia sebelumnya memang pernah mengaku bahwa ia sebenarnya tidak terlalu menyukai genre horor. Menariknya, Resident Evil Requiem (RE9) sejauh ini memang dianggap sebagai salah satu entri paling menyeramkan dalam sejarah seri tersebut.

Saking seramnya, bahkan tidak ada "Arachnophobia Mode" resmi di dalam game ini, sehingga banyak pemain PC yang harus menggunakan mod untuk mengubah bos laba-laba raksasa menjadi kereta Thomas the Tank Engine.

Meski mengaku takut, Kamiya tetap mengikuti perkembangan RE9 dengan antusias. Sebelumnya, ia sempat mengecam keras para pembocor (leaker) akhir cerita game ini dengan menyebut mereka layak "mati seribu kali", sebuah referensi ikonik dari karakter Akuma di Street Fighter.

Penutup

Ternyata menjadi legenda di balik game horor tidak menjamin seseorang punya nyali baja saat bermain game buatan orang lain. Curhatan Hideki Kamiya ini membuktikan bahwa Capcom benar-benar berhasil membawa tingkat kengerian Resident Evil Requiem ke level yang baru.

Gimana menurut kamu, apakah kamu setuju sama Kamiya kalau game ini perlu "Mode Imut", atau justru kamu lebih tertantang dengan horor yang bikin susah tidur ini?

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI