Indogamers.com - Siapa yang nggak kenal Hiroyuki Kobayashi? Pria dibalik kesuksesan franchise raksasa seperti Resident Evil, Dino Crisis, dan Devil May Cry ini akhirnya buka suara soal proyek ambisiusnya di bawah bendera studio baru, GPTRACK50. Namanya unik—dan agak "ngegas": Stupid Never Dies.
Bukan horor mencekam ala Resident Evil, Kobayashi justru menghadirkan game action RPG yang vibran, berisik, dan sedikit "sinting". Penasaran? Yuk, kita bedah lewat 5 fakta menarik berikut ini:
Baca Juga: Gak Perlu Nunggu Lama! 5 Hal Gokil Soal Fitur AI Video Generative di HP Terbaru Snapdragon
1. Hero-nya Zombie Cupu yang Sedang Jatuh Cinta
Lupakan karakter keren seperti Leon Kennedy atau Dante. Di sini kita bermain sebagai Davy, seorang zombie pemalu yang berada di kasta terendah dalam strata sosial monster. Hidupnya berubah drastis saat dia menemukan seorang gadis manusia yang membeku di dalam freezer. Davy langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dan bertekad melakukan apa pun untuk menghidupkan kembali pujaan hatinya tersebut. Bucin level zombie, nih!
2. Gameplay "Funky Zombie Action" yang Agresif
Kobayashi mendeskripsikan game ini sebagai "Funky Zombie Action". Karena Davy adalah zombie, dia nggak perlu takut mati. Fokus utama permainannya adalah menyerang tanpa henti. Menurut Kobayashi:
"Karena Davy adalah zombie, tidak perlu takut mati, dan dia pulih dengan menggigit musuh serta merobek energi mereka. Ini menciptakan loop gameplay yang sepenuhnya berpusat pada agresi."
3. Sistem "Style Eat": Makan Musuh, Curi Skill-nya!
Fitur paling gila di game ini adalah Style Eat. Davy bisa memakan "Elite Enemies" untuk mencuri gaya bertarung mereka. Kamu bisa menyimpan dan berganti-ganti gaya bertarung (total ada lebih dari 10 style) secara seamless saat sedang baku hantam. Ada yang fokus ke jarak jauh, kekuatan fisik, hingga kecepatan. Mirip-mirip sistem style di DMC, tapi versi jauh lebih "lapar".
4. Kustomisasi Tubuh Lewat "Body Hack"
Namanya juga zombie, copot tangan atau kaki mah biasa! Lewat fitur Body Hack, kamu bisa memodifikasi bagian tubuh Davy—tangan kanan, tangan kiri, kaki, hingga kepala—dengan teknologi Overtech. Kamu bisa memasang senjata berat atau alat-alat canggih (Implants) untuk memperkuat statistik Davy sebelum terjun ke dungeon.
5. Kebebasan Kreatif Tanpa Batas Publisher Besar
Kobayashi mengakui bahwa mengerjakan Stupid Never Dies memberikan kepuasan tersendiri karena ia bisa menuangkan ide-ide liar yang mungkin sulit diterima jika ia masih berada di bawah naungan publisher besar.
"Ini adalah judul yang ditujukan untuk gamer aksi inti—sesuatu yang mungkin sulit diusulkan sebagai IP baru di dalam penerbit besar," ungkapnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Mechanical Skill! 5 Rahasia Pro Player Mobile Legends yang Wajib Kamu Tahu
Dengan elemen roguelike yang membuat setiap sesi permainan terasa segar dan visual yang sengaja dibuat tidak realistis demi estetika yang unik, Stupid Never Dies sepertinya bakal jadi pelampiasan kreatif paling seru dari sang veteran Capcom ini.
Gimana? Siap bantu Davy menghidupkan ayang-nya sambil makan monster?***