Indogamers.com - CEO Take-Two, Strauss Zelnick, akhirnya memberikan penjelasan mengenai keputusan perusahaan untuk tidak merilis versi PC dari Grand Theft Auto 6 (GTA 6) secara bersamaan dengan versi konsol pada 19 November mendatang. Meskipun pasar PC kini tumbuh sangat pesat dan menjadi bagian signifikan dari pendapatan perusahaan, Rockstar Games tetap memilih untuk mendahulukan pemain di PlayStation 5 dan Xbox Series X/S.
Dalam wawancara dengan Bloomberg di ajang Interactive Innovation Conference di Las Vegas, Zelnick mengungkapkan transformasi besar di pasar PC. Jika pada tahun 2007 gim seperti NBA 2K hanya menyumbang sekitar 5% dari total penjualan di PC, saat ini kontribusi judul-judul besar di platform tersebut bisa mencapai 45% hingga 50% dari total penjualan.
Meski angka tersebut sangat menggiurkan, Zelnick menegaskan bahwa prioritas utama Rockstar adalah memberikan layanan terbaik bagi "konsumen inti" mereka di platform konsol sebelum beralih ke proses porting ke PC.
“Rockstar selalu memulai di konsol karena menurut saya, berkaitan dengan perilisan seperti itu, Anda dinilai berdasarkan pelayanan kepada inti,” jelas Zelnick. “Seperti, benar-benar melayani konsumen inti. Jika konsumen inti Anda tidak ada di sana, jika mereka tidak dilayani terlebih dahulu dan dengan cara terbaik, Anda seolah-olah tidak akan mencapai konsumen Anda yang lain.”
Zelnick juga mengklarifikasi bahwa keputusan ini murni merupakan strategi internal Rockstar dan bukan karena adanya kontrak eksklusivitas dengan pihak konsol seperti Sony.
“Tidak. Maksud saya, secara historis Rockstar selalu menuju ke konsol terlebih dahulu,” tegas Zelnick.
Strategi ini memang sudah menjadi tradisi bagi Rockstar Games dalam merilis karya-karya besarnya. Sebagai contoh, Grand Theft Auto 5 baru menyambangi PC pada April 2015, atau sekitar 19 bulan setelah debutnya di PS3 dan Xbox 360 pada September 2013.
Pola serupa juga terlihat pada judul-judul lain milik Rockstar. Grand Theft Auto 4 hadir di PC delapan bulan setelah konsol, sementara LA Noire menyusul enam bulan kemudian. Bahkan, Red Dead Redemption 2 memiliki jeda waktu selama 13 bulan sebelum akhirnya bisa dinikmati oleh para pemain PC.
Jeda waktu paling ekstrem dialami oleh seri orisinal Red Dead Redemption. Gim bertema koboi ini membutuhkan waktu hingga 14 tahun sebelum akhirnya resmi mendapatkan versi PC pada Oktober 2024 silam.
Penutup
Keputusan untuk menunda versi PC ini mungkin mengecewakan bagi sebagian komunitas, namun melihat rekam jejak Rockstar, kualitas hasil porting yang matang biasanya menjadi alasan di balik penantian panjang tersebut. Strategi konsumen inti ini nampaknya tetap menjadi pegangan kuat bagi Take-Two demi menjaga prestise judul sebesar GTA 6.
Jadi, untuk Sobat Indogamers yang sudah tidak sabar mencicipi GTA 6 di hari pertama, sepertinya memiliki konsol generasi terbaru menjadi satu-satunya jalan. Apakah kamu akan tetap menunggu versi PC atau langsung tancap gas di konsol?***





















