Indogamers.com - Jakarta – Persaingan di babak Wild Card M7 World Championship yang tengah berlangsung di MPL Arena kian memanas. Namun, sorotan kini tidak hanya tertuju pada adu mekanik di Land of Dawn, melainkan pada mentalitas para pemain internasional dalam memandang peta kekuatan dunia.
Dalam sebuah sesi wawancara eksklusif di sela-sela pertandingan, para pemain dari berbagai region diberikan satu pertanyaan hipotetis yang memancing dua jawaban berbeda: "Jika lolos ke Swiss Stage, kalian pilih lawan ONIC (Indonesia) atau Yangon Galacticos (Myanmar)?"
Jawaban mereka menyingkap seberapa besar "teror" yang dibawa oleh sang Raja Langit, ONIC Esports, di mata dunia.
Kubu Penantang: "Bring on the King!"
Menariknya, sebagian besar pemain justru menunjukkan nyali besar alias mentalitas baja. Alih-alih mencari jalan aman untuk melaju jauh, mereka justru ingin langsung berhadapan dengan raksasa Indonesia tersebut.
Juviana dari Leon Esports dengan tegas memilih ONIC. Alasannya sederhana namun penuh rasa hormat, "Of course ONIC Indonesia, cause they are very strong." Bagi Juviana, melawan tim terkuat adalah cara terbaik untuk mengukur kemampuan diri.
Senada dengan Juviana, Katsu dari Zeta, Zauregoist dari Virtus.pro (VP), dan Kazue dari Boostgate Esports juga tanpa ragu menyebut nama "ONIC ID". Bagi mereka, panggung dunia adalah tempat untuk menguji diri melawan yang terbaik, dan saat ini, ONIC dianggap sebagai standar tertinggi kompetisi yang harus ditaklukkan jika ingin menjadi juara sejati.
Kubu Realistis: "Jujur Saja, Kami Cari Poin Aman"
Di sisi lain, ada pemain yang memilih pendekatan pragmatis dan strategis. Mereka menyadari bahwa dalam format Swiss Stage yang kejam, setiap kemenangan adalah harga mati. Menghindari tim terkuat di awal kompetisi dianggap sebagai langkah bijak untuk memperpanjang napas turnamen.
Alph0 dari AXE MENA memberikan jawaban yang sangat jujur dan tanpa basa-basi. "Saya pilih Yangon dari Myanmar. Jujur saja, itu akan lebih mudah (easier) daripada melawan ONIC Indonesia," ujarnya mengakui perbedaan level kekuatan kedua tim.
Namun, pengakuan paling mengejutkan datang dari Zxaura, punggawa andalan Team Zone. Dengan nada rendah hati, atau mungkin sedikit pesimistis akibat dominasi tim Indonesia yang begitu kuat, ia mengakui keunggulan ONIC.
"Saya akan pilih Yangon Galacticos... karena kami punya peluang menang tinggi melawan mereka," ungkap Zxaura. Ia kemudian menambahkan kalimat yang cukup menohok, "Lawan ONIC? Kami tidak bisa mengalahkan mereka (we can't beat them)."
Dominasi Indonesia Masih Menghantui
Pengakuan jujur dari para pemain internasional ini menjadi bukti valid bahwa reputasi tim Indonesia di kancah M-Series masih sangat disegani. ONIC Esports tidak hanya dianggap sebagai lawan biasa, tapi sebagai "Raja Terakhir" (Final Boss) yang menakutkan bagi tim-tim underdog yang berjuang dari jalur Wild Card.
Bagi Sobat Gamers yang ingin menyaksikan langsung aksi tim-tim ini memperebutkan slot terakhir ke panggung utama, babak Wild Card M7 masih berlangsung hingga besok, 6 Januari 2026 di MPL Arena. Dan kabar baiknya, tiket masuk gratis!
Siapakah yang akhirnya akan lolos dan benar-benar bertemu ONIC di Swiss Stage? Apakah si penantang berani, atau si realistis? Kita tunggu saja aksinya!***






















