Indogamers.com - Pergelaran FFNS 2026 Spring baru saja usai dengan kemenangan Shadow Esports yang berhasil membawa pulang trofi juara di Bumi Sriwijaya. Namun, di balik kemeriahan panggung megah tersebut, Garena Indonesia meninggalkan pesan edukasi mendalam bagi para talenta muda di Palembang mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara hobi dan masa depan akademik.
Dalam rangkaian kunjungan "GM Grebek Sekolah" di SMAN 10 Palembang yang dilakukan beberapa hari sebelum babak final dimulai, Wijaya Nugroho, yang akrab disapa GM Miracle selaku Head of Business Development dan Esports Manager Garena Indonesia, membagikan fakta penting dari hasil riset internal mereka.

"Faktanya yang menarik adalah yang juara itu nilainya juga bagus-bagus. Jadi semakin tinggi nilainya, rata-rata semakin bagus, dia juga semakin bisa mengasah skill juaranya," ujar Wijaya di hadapan para siswa. Dalam sambutannya itu, Wijaya menekankan bahwa kemampuan akademik ternyata berbanding lurus dengan kemampuan dan ketajaman dalam mengeksekusi strategi di dalam permainan.
Esports Bukan Sekadar Main Game
Wijaya juga memberikan penjelasan tegas mengenai perbedaan mendasar antara hobi bermain game biasa dengan dunia esports profesional. Menurutnya, menjadi atlet esports membutuhkan disiplin intelektual yang seringkali ditemukan dalam dunia pendidikan.
"E-sport itu bukan cuma bermain game. E-sport itu berbeda dengan bermain game. Jadi e-sport sendiri butuh banyak faktor. Ada faktor kerja sama tim, strategi ya, ada micro skill-nya juga. Itu yang menyebabkan kenapa akademik juga sangat penting di dunia e-sport, di dunia pendidikan," tegas Wijaya.

Ia menambahkan bahwa Garena berkomitmen untuk terus mengawal para pelajar agar tidak kehilangan arah di tengah hobinya. "Kita dari Garena, kita ingin menjaga dan mengedukasi adik-adik sekalian bagaimana kita bisa tetap bermain game, bisa tetap positif ya. Jadi kita punya good game experience, kita punya pengalaman bermain yang positif ketika bermain game," tambahnya lagi. Good Game Experience yang dimaksud adalah pengalaman bermain yang positif di mana hobi tidak merusak tanggung jawab utama sebagai siswa.
Bukti Nyata: Lolos PTN Tanpa Meninggalkan Game
Pesan Garena tersebut memang terbukti nyata. Salah satu siswi SMAN 10 Palembang dan juga seorang penghobi game Free Fire, Cindy, baru saja dinyatakan lolos seleksi SNBP di Universitas Sriwijaya, jurusan Bisnis Digital. Cindy dalam hal ini membuktikan bahwa tidak masalah punya hobi bermain game dan tetap sukses dalam akademik, selama memiliki kontrol diri, kunci utama bagi seorang smart gamer.

"Menurut aku game itu nggak ganggu sama sekali sih, tergantung orang yang mainin game tersebut," ungkap Cindy. Ia juga merasa bahwa melalui Free Fire, ia justru mendapatkan dampak sosial yang positif, seperti memperluas jaringan pertemanan hingga ke luar kota.
Tips Manajemen Waktu
Untuk tetap berprestasi, siswi yang bernama lengkap Cindy Mutiara Chadita, membagikan tips manajemen waktu agar hobi tetap bisa menjadi sarana pelepas stres tanpa mengganggu jam belajar.
"Kalau tips dari aku sendiri sih, itu kita pintar-pintar manage waktu. Misalnya kita belajarnya dari jam 8 sampai jam 10. Nah kita kan pasti jam 11 sampai jam 12 kan istirahat... Nah itu bisa di sela-sela itu kita buat main game. Jadi kita tuh nggak terlalu stres sama belajar," jelasnya. "Tapi tetap, belajar adalah nomor 1," tambahnya.
Dengan berakhirnya FFNS 2026 Spring, harapan Garena adalah munculnya lebih banyak bibit unggul yang cerdas secara akademik sekaligus kompetitif di arena. "Harapannya e-sport, khususnya dari Garena, kita bisa menjaga dan menyeimbangkan antara akademik dan juga hobinya. Dan tentunya ini adik-adik bisa berprestasi di bidang akademik dan juga non-akademik," pungkas Wijaya.***






















