Krisis Identitas Sang Raja, Alasan Utama Mengapa RRQ Hoshi Terpuruk di Dasar Klasemen MPL ID S17?

Mengapa RRQ Hoshi Terpuruk di Dasar Klasemen MPL ID S17?(FOTO: MOONTON)

Indogamers.com - Musim ke-17 MPL Indonesia seharusnya menjadi panggung penebusan bagi RRQ Hoshi. Namun, kenyataan di Land of Dawn justru berbicara sebaliknya. Hingga penutupan pekan ketiga (Week 3), sang "Raja dari Segala Raja" justru terdampar di dasar klasemen, mencatatkan rekor awal musim terburuk dalam sejarah organisasi.

Statistik Merah: Rekor 0-5 yang Menyakitkan

Perjalanan RRQ Hoshi sejauh ini adalah mimpi buruk bagi para pendukung setianya, Kingdom. Dari lima pertandingan yang telah dijalani, tim asuhan Khezcute ini belum mengantongi satu pun kemenangan match.

Berikut adalah rapor merah kekalahan beruntun mereka:

  • Week 1: Kalah 0-2 dari NAVI dan 0-2 dari ONIC.

  • Week 2: Tumbang 0-2 di tangan Team Liquid ID (TLID).

  • Week 3: Menyerah 1-2 dari Alter Ego dan 1-2 dari Geek Fam.

Meski sempat mencuri satu game di pekan ketiga, hasil akhir tetap menunjukkan defisit poin yang mengkhawatirkan dengan agregat -7 poin.

Analisis Teknis: Keropos di Jantung Permainan

Banyak analis menyoroti bahwa masalah RRQ Hoshi bukan terletak pada kemampuan mekanik individu, melainkan pada koordinasi makro dan adaptasi meta. Ada tiga poin krusial yang menjadi lubang besar:

  1. Mid-Game Collapse: Sebagaimana terlihat dalam laga melawan Geek Fam, RRQ sering kali memulai early game dengan stabil. Namun, memasuki menit ke-10 hingga ke-15, mereka kerap kehilangan arah. Lead kecil tidak bisa diamankan, dan map control lepas begitu saja.

  2. Sinergi Roster Baru: Bergabungnya nama-nama besar seperti SuperKenn, Yehezkiel, dan Kuroky diharapkan membawa angin segar. Namun, integrasi dengan pemain lama seperti Idok (Roamer) tampaknya masih memerlukan waktu yang tidak sebentar.

  3. Fleksibilitas Draft: Beberapa pengamat menilai draft pick RRQ masih terlalu kaku dan mudah terbaca oleh lawan yang bermain lebih agresif dan disiplin.

Suara Analis: "Butuh Reset Mental"

Tekanan mental kini menjadi musuh terbesar bagi para pemain. Salah satu pengamat di komunitas MLBB Indonesia menyebut bahwa RRQ saat ini seperti kehilangan identitas.

"Mereka bisa ikut bertarung, tapi belum bisa mengontrol pertandingan. 0-5 bukan hanya soal teknis, ini soal kepercayaan diri yang terkikis setiap kali base mereka hancur. Mereka butuh reset total sebelum Derby Klasik melawan EVOS," ungkap sang analis.

Khezcute sebagai pelatih kepala sebelumnya menyatakan bahwa persiapan tim sudah matang melalui proses trial yang panjang. Namun, implementasi di panggung MPL ternyata jauh lebih berat dari yang diperkirakan.

Misi Mustahil Menuju Playoff

Dengan format MPL yang hanya meloloskan enam tim teratas ke babak playoff, posisi RRQ di peringkat ke-9 saat ini sangatlah kritis. Mereka harus menyapu bersih sisa pertandingan dengan kemenangan meyakinkan jika ingin menjaga asa menuju Esports World Cup (EWC) 2026 di Riyadh.

Pekan keempat akan menjadi titik penentu. Jika "Derby Klasik" melawan EVOS pada 18 April mendatang kembali berakhir dengan kekalahan, maka peluang RRQ Hoshi untuk bangkit akan semakin tipis. Apakah Sang Raja mampu memoles kembali mahkotanya, atau justru musim ini akan menjadi catatan sejarah paling kelam bagi mereka?

Situasi 0-5 adalah wilayah yang tidak dikenal bagi tim sebesar RRQ Hoshi. Mentalitas juara mereka sedang diuji di titik terendah. Jika mereka bisa memenangkan Derby Klasik, itu bisa menjadi bahan bakar untuk comeback spektakuler. Namun jika gagal, perombakan besar-besaran mungkin tak lagi bisa dihindari.***

Gimana menurut kamu, apakah faktor "kutukan" pemain baru atau memang strategi Khezcute yang belum nyambung dengan pemain?

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI