Indogamers.com - DEWA United Esports bertransformasi menjadi penantang gelar yang sangat stabil di paruh kedua MPL Indonesia Season 17. Meskipun minim perombakan roster setelah musim lalu, tim berjuluk Anak Dewa ini sukses membuktikan efektivitas strategi mereka melalui dominasi statistik yang mengesankan, mulai dari agresivitas di menit awal hingga efisiensi waktu penyelesaian gim.
Keberhasilan Octa dan kawan-kawan musim ini berakar pada kemampuan mereka mendikte tempo permainan sejak fase early game. Strategi ini terbukti ampuh membuat DEWA United kokoh di papan atas klasemen dan menjadi salah satu kandidat kuat peraih tiket playoff.

Berdasarkan data statistik liga, DEWA United saat ini memimpin dalam persentase First Blood Rate sebesar 60,9%. Angka ini mengungguli tim-tim agresif lainnya seperti Alter Ego yang mencatatkan 54,8% dan Bigetron Alpha di angka 53,8%. Kemampuan mengamankan eliminasi pertama ini menjadi kunci utama mereka dalam mengendalikan peta sejak dini.
Dominasi tersebut berlanjut pada penguasaan objektif netral. Anak Dewa tercatat sebagai tim dengan Average Turtle Kill tertinggi, yakni 1,7 Turtle per gim. Catatan impresif ini melampaui statistik milik tim besar lainnya seperti Geek Fam (1,65) dan RRQ Hoshi (1,61).
Penguasaan Turtle yang konsisten ini memberikan keunggulan ekonomi yang stabil bagi tim. Dengan suplai Gold dan Experience yang terjaga, DEWA United mampu melakukan snowballing yang rapi, sehingga lawan sering kali kesulitan mengejar ketertinggalan item saat memasuki fase tengah pertandingan.

Hal yang paling menonjol dari performa DEWA United musim ini adalah efisiensi waktu mereka di Land of Dawn. Secara mengejutkan, mereka menjadi tim dengan Average Game Duration tercepat, di mana rata-rata gim diselesaikan hanya dalam waktu 14 menit 52 detik.
Durasi tersebut bahkan lebih cepat dibandingkan sang juara bertahan, ONIC, yang memiliki rata-rata waktu 15 menit 15 detik. Statistik ini mengindikasikan bahwa DEWA United memiliki set-up serangan yang sangat mematikan di fase mid-game, sehingga mampu memaksa lawan menyerah sebelum pertandingan menyentuh fase late game.
Dengan performa disiplin ini, DEWA United kini nyaman menempati posisi kedua klasemen hingga pekan ke-6. Peluang untuk mengunci tiket babak playoff di Jakarta International Velodrome pun terbuka sangat lebar. Jika mampu meraih dua kemenangan tambahan melawan Geek Fam dan Alter Ego pada pekan depan, mereka dipastikan melaju sebagai salah satu unggulan utama.
Penutup
Transformasi DEWA United dari tim Kuda Hitam menjadi penguasa statistik di MPL ID S17 menunjukkan bahwa kematangan chemistry jauh lebih berharga daripada sekadar perombakan besar. Dengan rata-rata gim di bawah 15 menit, Anak Dewa telah mengirimkan pesan ancaman serius bagi seluruh pesaingnya di babak playoff nanti.
Menurut kamu, apakah dominasi early game milik DEWA United akan tetap ampuh saat menghadapi tekanan di panggung playoff Velodrome?