Indogamers.com - Hingga berakhirnya pekan keenam regular season MPL Indonesia Season 17, sebuah fenomena menarik terjadi di papan klasemen. Hanya ONIC Esports yang baru berhasil mengamankan tiket menuju babak playoff di Jakarta International Velodrome. Sementara itu, delapan tim lainnya masih terjebak dalam jurang konsistensi dan masalah taktikal repetitif yang menghambat mereka untuk segera menyusul Sang Raja Langit.
Kesenjangan performa ini memicu pertanyaan besar mengenai kesiapan teknis tim-tim bertabur bintang dalam menghadapi fase kritis yang dikenal sebagai Minggu Berdarah. Berbagai evaluasi menunjukkan adanya lubang taktis yang harus segera ditambal oleh staf pelatih masing-masing tim sebelum peluang mereka tertutup rapat.
Masalah Pengambilan Keputusan dan Strategi Terbaca
Salah satu masalah paling menonjol dialami oleh NAVI dan Geek Fam. Kedua tim ini kerap menunjukkan pola tajam di awal, tumpul di akhir. NAVI seringkali kehilangan arah dalam pengambilan keputusan saat memasuki menit ke-15, terutama dalam momen perebutan Lord. Sementara Geek Fam dinilai kurang maksimal dalam melakukan snowballing, sehingga memberikan ruang bagi lawan untuk melakukan scaling dan melakukan comeback.
Di sisi lain, Team Liquid ID (TLID) yang sempat menjadi kejutan kini performanya mulai menurun karena strategi yang mulai terbaca. Fleksibilitas draft pick menjadi tantangan besar bagi TLID. Saat hero power utama mereka terkena ban, alur rotasi dan pola serangan tim ini tampak kehilangan identitas aslinya.
Disiplin Individu dan Eksperimen Berisiko
Masalah kedisiplinan menjadi musuh terbesar bagi RRQ Hoshi dan DEWA United. Bagi RRQ Hoshi, penyakit berupa blunder akibat "gerakan tambahan" yang tidak perlu sering kali merusak keunggulan yang sudah dibangun sejak early game. Fokus pada objektif utama menjadi harga mati bagi mereka. Sedangkan DEWA United masih berkutat pada inkonsistensi antar-game, di mana mereka sering kehilangan fokus setelah tampil dominan di gim pertama.

Kritik juga tertuju pada Bigetron by Vitality yang kerap menghadirkan draft membingungkan, terutama saat menghadapi tim yang secara klasemen berada di bawah mereka. Kekalahan telak dari RRQ Hoshi pada pekan lalu menjadi bukti bahwa stabilitas strategi tanpa meremehkan lawan adalah hal yang mendesak untuk diperbaiki oleh sang robot.

Sementara itu, EVOS justru masih melakukan eksperimen di tengah krisis dengan melakukan bongkar-pasang line-up utama, khususnya pada posisi Midlaner. Rotasi antara Treacky dan Pheww memang bisa menjadi senjata rahasia, namun di sisi lain berisiko mengganggu chemistry tim yang seharusnya sudah mencapai puncaknya menjelang akhir musim reguler.
Adu Ketahanan Strategi
Minggu Berdarah kali ini diprediksi bukan lagi soal adu mekanik individu antarpemain, melainkan adu kedalaman strategi dan ketahanan mental tim. Tim yang paling cepat memperbaiki lubang taktis dalam permainan mereka dipastikan akan menjadi pendamping ONIC di babak selanjutnya.
Penutup
Melihat peta persaingan yang ada, sisa pekan di regular season MPL ID S17 akan menjadi ujian terberat bagi para pelatih dan analis. Kemampuan untuk belajar dari kesalahan taktis di pekan-pekan sebelumnya akan menentukan siapa yang layak bersinar di panggung playoff nanti.
Menurut kamu, siapa tim yang paling cepat memperbaiki "penyakit" taktis mereka dan menyusul ONIC ke Velodrome?***