Indogamers.com – Halo, para pemburu gadget dan gamer mobile! Kalau kamu lagi nabung buat meminang flagship terbaru Samsung tahun depan, kayaknya kamu harus pasang sabuk pengaman lebih kencang. Ada kabar "panas" dari jagat teknologi yang menyebutkan bahwa Samsung mungkin bakal memberikan kejutan kurang menyenangkan berupa kenaikan harga pada lini Galaxy S26 series.
Acara Galaxy Unpacked 2026 sendiri kabarnya sudah dikonfirmasi akan digelar pada 25 Februari 2026 di San Francisco. Namun, di balik antusiasme fitur AI terbarunya, bayang-bayang kenaikan harga membayangi calon pembeli. Kenapa bisa begitu? Yuk, kita bedah faktanya:
1. Biaya Produksi Chipset yang "Gak Ngotak"
Penyebab utama dari potensi kenaikan harga ini adalah chipset Snapdragon 8 Gen 5 (beberapa menyebutnya Snapdragon 8 Elite Gen 5) dari Qualcomm. Kabarnya, biaya per unit chip ini melonjak hingga kisaran USD 280 (sekitar Rp4,4 - Rp4,6 juta). Karena Samsung ingin performa "rata kanan" buat gaming dan multitasking, biaya produksi per unit HP jadi ikut melambung tinggi.
2. Harga Memori (RAM) yang Ikut Meroket
Bukan cuma prosesor, harga komponen memori (DRAM dan NAND Flash) juga diprediksi naik akibat permintaan tinggi dari sektor AI global. Dengan tuntutan fitur Galaxy AI yang makin rakus RAM, Samsung kemungkinan besar bakal menyematkan kapasitas RAM hingga 16GB pada varian Ultra. Sayangnya, krisis memori di tahun 2026 ini bikin modal produksi satu unit HP jadi makin tidak bersahabat.
3. Strategi "Pricing" yang Berisiko
Laporan terbaru menyebutkan bahwa di pasar Eropa, Galaxy S26 standar diprediksi naik sekitar 40 Euro, sementara varian Plus bisa naik hingga 100 Euro. Untuk pasar domestik Korea Selatan pun, harga dikabarkan akan naik sekitar 99.000 Won (sekitar Rp1,1 juta). Varian Ultra diprediksi akan menjadi yang paling terdampak, meski Samsung berusaha menjaga harga awal tetap kompetitif untuk bersaing dengan iPhone.
4. Kabar Baiknya: Masih Sebatas Rumor & Ada Promo
Meskipun bocoran ini datang dari sumber yang cukup kredibel, Samsung biasanya menyiapkan strategi penyelamat seperti diskon peluncuran atau program trade-in yang agresif. Ada juga kabar bahwa penggunaan chipset Exynos 2600 di beberapa wilayah dapat membantu Samsung menekan biaya produksi hingga USD 30 per unit agar harga jual ke konsumen tidak terlalu "mencekik".
Kalau kamu memang niat upgrade ke Galaxy S26, ada baiknya siapkan dana cadangan sekitar Rp1,1 juta hingga Rp2 juta lebih banyak dari harga peluncuran S25 kemarin. Jangan sampai pas hari-H rilis dan masa pre-order dibuka pada 27 Februari nanti, kamu malah bengong melihat angka di label harganya!
Gimana menurut kamu? Masih tetap setia nunggu S26 demi performa AI yang lebih gahar, atau mending lirik seri yang sekarang saja yang harganya sudah mulai stabil?***


















