Kisah Ferry Kadi, Dari Ponsel Bekas hingga Sukses Bangun Agensi Marketing Digital

Ferry Kadi

Indogamers.com - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kisah Ferry Kadi menjadi inspirasi bagi banyak anak muda. Berawal dari keterbatasan ekonomi dan ponsel bekas dengan jaringan internet seadanya, Ferry berhasil membangun karier hingga sukses menjadi pelaku marketing digital.

Ferry lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai sopir angkot, sementara sang ibu membuka warung kecil di depan rumah. Setelah lulus SMA, Ferry sempat kesulitan mencari pekerjaan karena lamaran yang ia kirim tak kunjung mendapat panggilan.

Titik awal perubahan hidup Ferry muncul ketika ia membantu ibunya menjaga warung. Ia menyadari pelanggan semakin sepi bukan karena lokasi berubah, melainkan karena pola perilaku masyarakat yang mulai mencari tempat makan melalui internet dan media sosial.

Berangkat dari rasa penasaran, Ferry mulai belajar secara mandiri melalui video tutorial, blog, hingga kelas gratis di internet. Ia mempelajari dasar-dasar copywriting, desain konten sederhana, algoritma media sosial, hingga strategi iklan digital untuk UMKM. Meski hanya menggunakan ponsel bekas yang sering mengalami gangguan, Ferry tetap konsisten belajar setiap hari.

Proyek pertamanya dimulai dari warung sang ibu. Ia memotret menu makanan, membuat akun media sosial, lalu rutin mengunggah konten promosi. Hasilnya cukup mengejutkan. Pelanggan mulai berdatangan kembali, bahkan pesanan dari kantor-kantor sekitar ikut meningkat.

Keberhasilan kecil itu membuat Ferry semakin yakin menekuni dunia digital marketing. Ia kemudian membantu usaha milik teman, tetangga, hingga UMKM sekitar rumah. Meski banyak pekerjaan yang awalnya tidak dibayar, Ferry menganggap semuanya sebagai investasi portofolio dan pengalaman.

Perjalanan Ferry mulai berubah ketika ia dipercaya menangani kampanye digital sebuah brand lokal yang sedang berkembang. Dalam waktu tiga bulan, penjualan brand tersebut meningkat signifikan. Dari situlah namanya mulai dikenal dan mendapatkan banyak rekomendasi klien baru.

Kini, Ferry Kadi telah memiliki agensi marketing digital bersama tim kecil yang awalnya hanya teman nongkrong. Mereka menangani berbagai kampanye pemasaran untuk UMKM hingga perusahaan menengah di berbagai daerah.

Meski telah sukses, Ferry tetap aktif berbagi ilmu melalui kelas gratis bagi anak muda di kampungnya. Ia ingin lebih banyak generasi muda memiliki keterampilan digital agar mampu bersaing di era modern.

“Skill bisa dipelajari. Yang terpenting adalah keberanian untuk mulai,” menjadi prinsip hidup yang selalu Ferry tanamkan kepada masyarakat.

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI