Nasib Yuji Itadori di Jujutsu Kaisen Modulo: Jadi ‘Zaman Purba’ Berjalan dan Gagal Wujudkan Pesan Kakeknya?

Nasib Yuji Itadori di Jujutsu Kaisen Modulo: Jadi ‘Zaman Purba’ Berjalan dan Gagal Wujudkan Pesan Kakeknya? (FOTO: gamerant)

Indogamers.com - Halo para pencinta sorcery! Masih ingat dengan Yuji Itadori, si "anak baik" yang punya tekad baja dari seri Jujutsu Kaisen? Kalau kalian pikir akhir cerita aslinya sudah cukup emosional, tunggu sampai kalian baca apa yang terjadi di sekuelnya, Jujutsu Kaisen Modulo.

Ternyata, jadi pahlawan dunia punya harga yang sangat mahal bagi Yuji. Di masa depan yang berlatar puluhan tahun setelah pertempuran Shinjuku, Yuji justru terjebak dalam kutukan "keabadian" yang menyakitkan.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai nasib tragis Yuji Itadori yang diungkap dalam Jujutsu Kaisen Modulo:

Baca Juga: Kabar Terbaru Assassin's Creed: Dari Update Proyek Hexe hingga Konfirmasi Remake Black Flag!

1. Hidup Melebihi Zamannya (Hampir 70 Tahun Berlalu!)

Jujutsu Kaisen Modulo mengambil latar sekitar 68 tahun setelah Culling Game. Di saat karakter lain sudah menua atau bahkan sudah tiada, Yuji Itadori muncul kembali dengan fisik yang hampir tidak berubah. Bayangkan, dia sekarang hidup di era di mana teknologi dan ancaman sudah sangat berbeda (bahkan ada alien!), tapi dia tetap terlihat seperti remaja.

2. Efek Samping Mengonsumsi Death Paintings

Kenapa Yuji tidak menua? Artikel tersebut menjelaskan bahwa ini adalah konsekuensi dari keputusan Yuji di masa lalu. Untuk mendapatkan kekuatan demi mengalahkan Sukuna, Yuji mengonsumsi Death Paintings. Hal ini mengubah struktur tubuhnya menjadi sesuatu yang bukan lagi manusia biasa, melainkan entitas yang mirip dengan objek terkutuk. Efeknya? Waktu seolah berhenti bagi fisiknya.

3. Gagal Menepati Janji Terakhir Sang Kakek

Ini adalah bagian yang paling menyesakkan dada. Ingat pesan kakek Yuji di awal cerita? "Matilah dikelilingi banyak orang." Sayangnya, karena tubuhnya yang tidak menua, Yuji justru harus melihat teman-teman dan orang-orang yang dia cintai menua dan mati satu per satu. Dia menjadi sosok yang terisolasi karena tidak sanggup lagi menanggung kesedihan melihat orang terdekatnya pergi mendahuluinya.

4. Menjadi "Guardian" yang Dingin dan Terasing

Dalam Modulo, Yuji bukan lagi remaja ceria yang kita kenal. Dia digambarkan memiliki aura yang lebih dewasa, misterius, dan cenderung menjauh dari masyarakat Jujutsu. Dia memilih menjadi pengamat dari bayangan dan hanya turun tangan jika situasi benar-benar genting. Karakternya kini memiliki sisi "detachment" atau keterlepasan emosional yang drastis akibat beban umur panjangnya.

5. Bukan Abadi, Tapi Berumur Sangat Panjang

Meski terlihat tidak menua, terungkap di Chapter 22 bahwa Yuji sebenarnya tidak benar-benar abadi. Dia diperkirakan masih memiliki sisa umur sekitar 300 tahun lagi. Ini membuatnya menjadi entitas unik mirip Master Tengen, yang bertugas menjaga keseimbangan dunia dalam jangka waktu yang sangat lama.

Baca Juga: Revolusi Baru di FFCM SEA 2026. Format Turnamen Lebih Ketat dan Hilangnya Medkit Gratis!

Kesimpulan:

Yuji Itadori mungkin berhasil menyelamatkan dunia dari Sukuna, tapi dia harus membayar dengan kebahagiaan pribadinya. Menjadi "Eternal Grim Reaper" yang menjaga bumi sendirian tentu bukan akhir yang diimpikan penggemar, tapi inilah yang membuat sosok Yuji menjadi salah satu protagonis Shonen paling tragis dan kompleks yang pernah diciptakan Gege Akutami.

Bagaimana menurut kalian? Apakah Yuji layak mendapatkan akhir yang lebih bahagia, atau justru peran "penjaga abadi" ini adalah bentuk kepahlawanan tertingginya?***

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI