Indogamers.com - Halo para Trainers dan kolektor kartu! Kalau kalian pikir aksi Team Rocket yang suka mencuri Pokemon itu cuma ada di dunia anime, kalian salah besar. Di dunia nyata, tepatnya di Tokyo, Jepang, baru saja terjadi drama kriminalitas yang sasarannya bukan monster fiktif, melainkan tumpukan kartu Pokemon Trading Card Game (TCG) yang nilainya bikin melongo!
Untungnya, pelarian komplotan pencuri ini resmi berakhir. Pihak kepolisian Tokyo dilaporkan berhasil meringkus dua pria yang menjadi otak di balik pembajakan sebuah van logistik berisi ratusan kartu langka.
Biar gak penasaran sama kronologi aksi "Team Rocket" dunia nyata ini, berikut adalah 5 fakta penting seputar kasus perampokan kartu Pokemon di Tokyo:
Baca Juga: Kekuatan Rain God Zaza: Ancaman Baru Bagi Celestial Dragons
1. Total Kerugian Mencapai Rp 3,4 Miliar!
Aksi pencurian yang terjadi di Distrik Chiyoda, Tokyo ini gak tanggung-tanggung. Kedua pelaku sukses menggasak sekitar 300 lembar kartu Pokemon dari dalam van pengangkut. Total nilai dari ratusan kartu tersebut ditaksir mencapai 34 juta Yen, atau kalau dirupiahkan setara dengan Rp 3,4 Miliar ($213.000)! Bener-bener definisi merampok harta karun modern.
2. Ada "Orang Dalam" yang Membocorkan Rute
Layaknya plot film aksi, perampokan ini ternyata bukan sekadar kebetulan. Berdasarkan laporan dari Automaton, salah satu tersangka yang ditangkap ternyata memiliki akses "orang dalam". Dia bekerja di perusahaan yang terafiliasi dengan proses pengiriman kartu tersebut, sehingga dia tahu persis jadwal, rute, dan kapan van logistik yang membawa kartu-kartu berharga itu melintas.
3. Kartu Senilai Ratusan Juta Sudah Terlanjur Dijual
Meskipun kedua pelaku saat ini sudah mendekam di penjara dan mengakui semua perbuatannya, polisi tidak berhasil menyelamatkan seluruh kartu yang dicuri. Sang pencuri mengaku sudah sempat menjual sebagian kartu hasil jarahan mereka senilai 5 juta Yen (sekitar Rp 520 juta). Saat ini pihak berwajib masih menelusuri ke mana kartu-kartu yang terlanjur dijual tersebut bermuara.
4. Fenomena Kejahatan Kartu Pokemon yang Makin Marak
Kasus di Tokyo ini hanyalah satu dari sekian banyak daftar hitam kriminalitas yang mengincar Pokemon TCG. Karena harganya yang terus meroket dan pasarnya yang sangat likuid (mudah dijual kembali di internet secara anonim), kartu Pokemon kini jadi target empuk para kriminal. Mulai dari aksi tengkulak (scalper) yang bikin rusuh di toko-toko, perkelahian di restoran fast-food, hingga kasus pembobolan toko kartu milik mantan quarterback NFL ternama, Tom Brady, di New York yang merugi hingga puluhan ribu dolar.
5. Tantangan Berat Bagi The Pokemon Company dan Toko Retail
Melihat kegilaan ini, The Pokemon Company sebenarnya terus memutar otak untuk menekan pergerakan para calo dan meningkatkan keamanan. Namun, urusan kriminalitas fisik seperti pembajakan van tentu di luar kendali mereka. Jika situasi ini terus memburuk, bukan tidak mungkin toko-toko retail bakal kapok dan berhenti menjual merchandise Pokemon demi alasan keamanan staf dan toko mereka sendiri.
Baca Juga: Bocoran OnePlus 16: Layar Super Mulus 165Hz dan Baterai Badak, Siap Jadi HP Gaming Impian Baru?
Gimana nih menurut kalian para Trainers? Semoga saja jagat per-kartuan duniawi bisa segera kondusif ya, biar kita bisa berburu kartu dengan tenang tanpa perlu khawatir dibuntuti oleh Team Rocket dunia nyata!***