Indogamers.com - Pernah merasa frustrasi saat lawan kalian punya satu pemain yang tak bisa dihentikan? Di dunia game sepak bola, ada istilah untuk pemain yang terlalu hebat hingga "merusak" keseimbangan permainan. Mereka bukan sekadar jago, tapi benar-benar Overpowered (OP) sampai-sampai strategi lawan jadi tidak berguna.
Kalau kalian penggemar setia game sepak bola, pasti kenal dengan deretan pemain "titipan Tuhan" yang membuat match jadi tidak adil tapi sangat memuaskan untuk dipakai. Penasaran siapa saja mereka? Yuk, kita flashback ke deretan pemain paling game-breaking sepanjang masa!
1. Tijani Babangida - Pro Evolution Soccer (PES)
Bagi veteran PES zaman PS1, nama Babangida adalah simbol kemenangan instan. Kecepatan larinya tidak masuk akal! Sebelum developer paham cara menyeimbangkan gameplay, Babangida dengan statistik Top Speed 99 dan Acceleration 96 adalah mimpi buruk bagi bek lawan mana pun. Route one goal lewat dia? Dijamin gol.
2. Maxim Tsigalko - Championship Manager 01/02
Legenda sesungguhnya dari dunia manajemen game. Tsigalko adalah mesin gol murni. Di klub mana pun kalian berada, ia akan menjamin 50 gol per musim dengan konsistensi yang menakutkan. Meskipun karier aslinya di dunia nyata terhambat cedera tragis, di CM 01/02, ia adalah pemain terhebat yang pernah ada.
3. Adriano - Pro Evolution Soccer 6
Dikenal sebagai totem kekuatan mutlak. Di PES 6, cukup tekan tombol tembak dan dia akan melepaskan rudal dari jarak 35 yard. Kekuatan tembakan dan akurasi kaki kirinya adalah yang paling OP dalam sejarah game bola. Menghentikan Adriano adalah misi bunuh diri bagi kiper mana pun.
4. Obafemi Martins - Pro Evolution Soccer 5
Martins di PES 5 adalah raja serangan balik. Konami sepertinya memberi dia kemampuan dribbling dengan kecepatan yang bakal bikin dia kena tilang polisi di jalan raya. Strateginya sangat simpel: kasih bola ke Martins, lari lurus, tembak, gol!
5. Victor Ibarbo - FIFA 14
Siapa yang menyangka pemain Cagliari ini bakal jadi legenda FIFA? Dengan kombinasi kecepatan 90, dribbling bintang empat, dan tinggi badan 185 cm, Ibarbo adalah opsi sayap termurah namun paling mematikan sebelum era Ultimate Team yang penuh kartu 90+.
6. Ibrahima Bakayoko - Championship Manager 97/98
Di era sebelum internet luas, database CM 97/98 menganggap Bakayoko setara dengan Zidane atau Ronaldo Nazario. Padahal, realitanya tidak demikian! Tapi bagi pemain game saat itu, dia adalah emas Ivorian yang tak tergantikan.
7. Cristiano Ronaldo (TOTS) - FIFA 16
CR7 selalu menjadi pemain wajib di FUT collection. Namun, kartu Team of the Season (TOTS) di FIFA 16 adalah puncaknya dengan pace, dribbling, dan shooting yang menyentuh angka 99. Benar-benar mesin gol yang tak butuh bantuan apa pun.
8. Lionel Messi - eFootball 2021
Dengan sistem dribbling dan fisika bola eFootball yang fokus pada kontrol pemain, Messi menjadi "dewa" di lapangan. Center of gravity-nya yang rendah membuat dia hampir mustahil direbut bolanya. Dia adalah pemain dengan tier list tertinggi yang tetap dominan meski meta berubah.
9. Erling Haaland - Football Manager 2024
Bukan game-nya yang salah, tapi Haaland memang "rusak". Di FM 24, dia mencetak gol dengan ritme yang membosankan. Membeli Haaland di FM terasa seperti memakai cheat "Rosebud" di The Sims—memuaskan di awal, tapi ujung-ujungnya membuat permainan terasa hampa.
10. Kylian Mbappe (TOTS) - EA Sports FC 26
Di era Playstyles, Mbappé adalah definisi meta yang sebenarnya. Dengan Finesse Shot Plus dan Quick Step Plus, dia bisa berbelok tajam, lari secepat kilat, dan langsung menembak dengan akurasi mematikan. Masalahnya? Semua pemain FC 26 punya kartu ini!
Kesimpulan
Melihat pemain-pemain ini, kita jadi sadar bahwa terkadang glitch atau over-tuning statistik justru menciptakan memori yang tidak terlupakan. Apakah ada pemain dari daftar ini yang pernah jadi penyelamat tim kalian saat match hidup-mati?
Punya kandidat pemain "curang" lain yang belum masuk daftar? Tulis di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke teman mabar kalian yang sering kalah kalau ketemu pemain OP!***