Shadow Cloud, Bermain Game Berat dengan PC Biasa

Shadow Cloud, Bermain Game Berat dengan PC Biasa

Shadow adalah layanan streaming yang memberikan akses untuk menggunakan PC high-end dengan OS Windows 10 melalui platform cloud. Ini artinya kamu bisa memainkan game-game PC yang membutuhkan spek tinggi menggunakan PC lama dengan spek yang tidak cukup untuk memainkan game-game high-end tersebut tanpa harus mengupgrade komponen atau malah satu set PC terbaru. Garis besarnya, yang kita mainkan di layar PC kita sendiri hanyalah projeksi, atau mirror image sedangkan segala program atau game yang kita mainkan sebenarnya dijalankan oleh PC-PC server milik Blade Group.

Teknologi ini sebenarnya bukanlah hal baru. Pernah ada sebuah layanan serupa bernama OnLive yang kini tidak lagi beroperasi. OnLive terhenti karena memiliki banyak masalah seperti kompresi yang terlalu berat, latency, dan pilihan game yang buruk. Sedangkan Shadow, yang dikembangkan oleh Blade Group, telah mengatasi sebagian besar dari kendala-kendala tersebut. Dan karena Shadow memberikan streaming sebuah PC full-on desktop bukan hanya daftar game-game yang diorganisir, kita bisa memainkan semua game Steam atau untuk kegiatan lain seperti mengedit video, desain grafis, dan lain-lain. Tak hanya itu, kita bisa streaming melalui laptop, tablet, smartphone, MacBooks, dan masih banyak lagi. Dan data-data kita juga dijamin aman dan tak akan dibocorkan ke pihak manapun. 

Shadow menyatakan bahwa PC-PC di server mereka setara dengan PC Gaming senilai US$2,000 (sekitar 27,5 juta Rupiah). Biaya untuk langganan bulanan dimulai dari US$35 per bulan (sekitar 500 ribu Rupiah), yang dinilai cukup murah mengingat harga-harga GPU yang sedang mahal-mahalnya. Untuk saat ini, Shadow masih memiliki beberapa masalah, tapi pihak Blade Group berkata bahwa masalah-masalah tersebut dapat segera diatasi.

Spek

PC-PC Shadow dilengkapi dengan kartu grafis profesional Nvidia’s Quadro P5000. Dari segi performa gaming, Shadow menjamin bahwa GPU ini kurang lebih sama cepatnya dengan versi konsumen Nvidia GTX 1080 dengan memori 16GB. Sistem dari PC-PC Shadow juga memiliki RAM sebesar 12GB, namun hard drive yang hanya berkapasitas 256GB dirasa kurang untuk keperluan menyimpan banyak data. Blade Group memang berencana untuk meluncurkan kapasitas penyimpanan berbeda dengan harga langganan yang berbeda pula, yang akan menggunakan skala ukur terabyte untuk menentukan harga. Kita juga tidak perlu lagi memikirkan biaya maintenance karena semua kerusakan komponen pada PC-PC server ditanggung oleh pihak Blade Group.

Salah Satu Penampakan dari server Shadow

Pusat data perusahaan berlokasi di Paris, Inggris, dan Santa Carla, California.

Syarat-syarat untuk menggunakan layanan Shadow

Karena gameplay streaming harus dilakukan secara real-time dengan latency seminimal mungkin, kamu tidak akan mendapatkan buffering safety net seperti pada layanan streaming video seperti Netflix. Karena Shadow memberikan streaming secara seamless dengan kecepatan 15 megabits per detik, kita harus mempunyai koneksi internet yang sanggup untuk menerima streaming tersebut. Blade Group merekomendasikan calon pelanggan untuk menggunakan internet berkabel untuk layanan yang lebih baik dan konsisten.

Salah Satu Server Shadow yang terletak di Paris dan dioperasikan oleh Equinix

Shadow Box

Shadow memiliki sebuah fitur untuk semakin memuluskan kegiatan pelanggan dengan sebuah konsol khusus yang memang didedikasikan untuk Shadow, yang disebut dengan Shadow Box. Shadow Box adalah sebuah konsol unik dengan bentuk agak tak beraturan yang bisa kita bawa dengan tangan karena memiliki panjang hanya 7,5 inci dan lebar 7,25 inci, serta tinggi 4,33 inci dan berat hanya sekitar 6 kilogram. Dilengkapi dengan dua USB Port 2.0, dua slot USB 3.0,colokan headphone serta mikrophone, sebuah Ethernet port, dua DisplayPort output, dan sebuah power input. Melalui koneksi-koneksi inilah Shadow Box dan komponen rekanannya di platform cloud dapat mengganti peran sebuah PC full-on desktop.

Shadow Box dilihat dari 2 sisi berbeda

Performa

Blade Group menjamin bahwa kecepatan respon Shadow cukup untuk mengelabui pemain profesion Counter-Strike: Global Offensive atau Street Fighter V. Namun dilansir dari gamespot.com, Shadow tidaklah secepat itu namun cukup responsif untuk sebagian besar game seperti single player game Rise of the Tomb Raider contohnya, terasa nyaris tidak ada bedanya dengan bermain melalui PC sendiri. Dengan pengaturan maksimal grafis pada resolusi 1080p, Shadow dapat mencapai rata-rata FPS 59,1. Meski game dapat dimainkan dengan lancar, namun kualitas performa masih belum setara dengan GTX 1080 yang asli yang dapat mencapai lebih dari 100 FPS secara konsisten. Secara keseluruhan, Shadow Cloud untuk saat ini belum bisa direkomendasikan untuk bermain game secara kompetitif.

Kesimpulan

Meski untuk saat ini masih memiliki beberapa masalah, namun Shadow bisa dibilang telah membuka celah menuju sebuah terobosan baru pada dunia PC gaming. Keterbatasan karena harga hardware fisik yang semakin membumbung mungkin dapat diatasi dengan sempurna di masa depan, meski tentunya ini bukanlah kabar yang enak didengan di telinga para produsen hardware. 

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI