Kominfo Tanggapi Desakan KPAI Soal Game Online yang Mengandung Kekerasan, Bakal Blokir Lagi?

Kominfo. (Sumber: kominfo)

Indogamers.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kembali menyoroti dampak game online yang mengandung kekerasan di kalangan anak-anak. KPAI bahkan mendesak pemerintah, dalam hal ini Kominfo, agar memblokir game yang memuat unsur kekerasan hingga pornografi.

Menanggapi saran KPAI tersebut, Menkominfo Budi Arie Setiadi buka suara dengan mengimbau agar para orang tua berperan aktif dalam mengawasi anak-anaknya.

Menurut Budi Arie, orang tua harus memperhatikan dan memantau rating atau klasifikasi game yang sering dimainkan oleh anak-anak.

Baca Juga: Susah Dibedakan! Ketahui 7 Hero di Honor of Kings dan Mobile Legends yang Miliki Kemiripan

"Dalam game itu semua sudah diberi rating. Jadi, game yang bisa dikonsumsi anak-anak, kayak film kan di-rating," kata Budi Arie dikutip Indogamers.com dari laman resmi pada Selasa, 16 April 2024.

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada pernyataan lebih tegas apakah Kominfo akan kembali memblokir game atau masih melakukan kajian lebih mendalam.

Kementerian Kominfo sendiri telah mengatur klasifikasi game melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 2 Tahun 2024.

Baca Juga: Cara Ikutan Uji Coba Beta World of Warcraft: The War Within

“Kita mesti tanyakan ke setiap platform, bahwa dalam setiap permainan itu harus ada rating. Kan kewajiban produsennya sama kayak film. Kalau film ini sudah dilabelin 13 tahun, 17 tahun, semua umur," tambah Budi.

Selain itu, Kementerian Kominfo akan lebih ketat mengawasi pengembang game agar menyesuaikan muatan permainan berdasarkan kelompok umur.

“Selama dia declare ini permainan untuk orang dewasa, anak-anak tentu tidak boleh memainkan gim itu. Jadi, game bisa dikonsumsi anak-anak, karena ada rating sama seperti di film. Tentu itu kebijaksanaan pemirsa juga atau pemain,” imbuhnya.

Baca Juga: Cara Mudah Download Game Sakura Simulator Terbaru 2024 di 233 Leyuan

Dalam upaya memaksimalkan pengawasan, Menkominfo menyarankan para orang tua agar memanfaatkan mode anak (kids mode), yang saat ini telah banyak disediakan produsen gawai dan pengembang game.

"Tugas kita bersama kan. Begitu pakai kids mode, supaya melindungi anak-anak khususnya dari beragam gim yang berbau kekerasan dan pornografi," tukasnya.***

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI