Indogamers.com – Menteri Komunikasi Australia secara resmi menuntut penjelasan dari Roblox terkait kekhawatiran mengenai "eksploitasi anak di dalam layanan Roblox." Menteri Komunikasi Anika Wells dan Komisaris eSafety Julie Inman Grant masing-masing telah menyurati platform game tersebut untuk membahas laporan yang "sangat memprihatinkan" mengenai dugaan grooming anak dan paparan materi berbahaya.
Meskipun situs media sosial seperti Instagram dan Snapchat telah dilarang bagi anak di bawah umur 16 tahun di Australia, platform game seperti Roblox saat ini belum terkena dampak dari larangan tersebut. Namun, Wells menegaskan bahwa situasi yang ada saat ini tidak dapat dipertahankan demi keselamatan para pengguna muda.
Temuan Konten Eksplisit dan Kasus Grooming
Wells menyatakan dirinya sangat khawatir dengan laporan anak-anak yang terpapar konten buatan pengguna (UGC) yang vulgar, termasuk materi seksual eksplisit dan konten terkait bunuh diri. Selain itu, masalah keamanan terkait predator yang aktif mencari celah untuk mengeksploitasi anak-anak menjadi fokus utama pemerintah Australia.
Mengenai surat tuntutan tersebut, Anika Wells mengungkapkan kegelisahannya dalam pesan resminya kepada pihak Roblox.
"Yang lebih meresahkan lagi adalah laporan dan kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai anak-anak yang didekati dan dipersiapkan (groomed) oleh predator, yang secara aktif berusaha mengeksploitasi rasa ingin tahu dan kepolosan mereka. Hal ini tidak dapat dipertahankan, dan masalah-masalah ini menjadi kekhawatiran mendalam bagi banyak orang tua serta pengasuh di Australia."
Investigasi Media Ungkap Kengerian di Dalam Game
Langkah tegas pemerintah ini menyusul investigasi penyamaran yang dilakukan oleh The Guardian Australia pada November lalu. Laporan tersebut mendokumentasikan serangkaian pelecehan seksual virtual dan kekerasan. Reporter yang menyamar sebagai anak perempuan berusia delapan tahun dilaporkan mengalami perundungan siber, serangan seksual virtual, hingga kekerasan agresif, meskipun pengaturan pengawasan orang tua telah diaktifkan.
Hingga saat ini, pihak Roblox dilaporkan belum menanggapi surat dari Wells. Sebagai langkah jangka pendek, Wells telah meminta saran dari departemen Komisaris eSafety mengenai kemungkinan meninjau kembali klasifikasi "PG" pada Roblox atau memperluas jangkauan Online Safety Act pemerintah.
Upaya Keamanan dari Pihak Roblox
Roblox sendiri sebenarnya telah memperbarui dan menambah fitur keamanan baru selama setahun terakhir. Pada November 2024, platform ini memperkenalkan perlindungan yang membuat pengguna di bawah 13 tahun tidak lagi dapat mengakses pesan langsung (Direct Messaging) di obrolan platform.
Komisaris eSafety, Julie Inman Grant, memberikan dukungannya terhadap langkah kementerian untuk memastikan keamanan digital anak-anak.
"Saya menyambut baik surat dari Menteri Komunikasi dan dukungan Pemerintah Australia terkait isu penting ini, seiring upaya kami menggunakan semua perangkat yang tersedia untuk menjaga keamanan anak-anak Australia secara daring."
Bulan lalu, Roblox juga mulai memberlakukan penegakan global yang mewajibkan pengguna untuk melakukan verifikasi usia sebelum mereka dapat mengakses fitur obrolan. Meski demikian, pemerintah Australia tampaknya tetap menuntut langkah yang lebih konkret dan respons cepat dari penyedia layanan tersebut.***






















