Indogamers.com - Sebuah tragedi memilukan menimpa seorang pelajar sekolah dasar di Desa Lenek Baru, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Bocah malang tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah mencoba menirukan aksi freestyle berbahaya yang terinspirasi dari konten gim daring serta tren yang tengah viral di media sosial.
Korban yang diidentifikasi bernama Hamad Izan Wadi masih duduk di bangku kelas 1 SD. Ia mengalami luka serius pada bagian leher akibat aksi tersebut. Meski sempat mendapatkan perawatan medis, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 3 Mei 2026.
Melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Indogamers, Kawiyan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. KPAI menilai kejadian tersebut menegaskan betapa rentannya anak-anak terhadap pengaruh konten digital, terutama saat mereka belum memiliki kemampuan untuk membedakan antara hiburan fantasi dalam gim dengan risiko nyata di dunia fisik.
KPAI Tegaskan Kembali Dukung PP Tunas
Sebagai langkah preventif di masa depan, KPAI kembali menyuarakan dukungannya terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas. Regulasi ini melarang platform digital berisiko tinggi, seperti media sosial dan gim daring, memberikan akses akun kepada anak di bawah usia 16 tahun.
KPAI menekankan bahwa perlindungan anak di era digital memerlukan sinergi antara orang tua, sekolah, penyedia platform, dan negara. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan aktif, sementara platform digital didesak memperkuat moderasi konten agar tidak ada glorifikasi terhadap tindakan berbahaya yang mudah ditiru anak.
Kepala Kepolisian Subsektor Lenek, Alam Prima Yogi, mengonfirmasi kronologi kejadian tragis yang menimpa Hamad Izan Wadi tersebut. Hal ini menjadi pengingat serius bagi seluruh pihak mengenai dampak nyata dari konten viral yang tidak tersaring dengan baik.
“Korban masih kelas 1 SD, meninggal dunia pada 3 Mei yang lalu setelah melakukan aksi freestyle yang sedang viral,” jelas Yogi, Kamis (7/5/2026).
Penutup
Peristiwa yang menimpa Hamad Izan Wadi di Lombok Timur menjadi refleksi bersama bahwa pengawasan di ruang digital adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar. Mari jadikan tragedi ini sebagai momentum untuk memperketat literasi digital dan memastikan anak-anak kita bermain di ekosistem yang aman.
Segenap tim redaksi Indogamers.com turut berbelasungkawa atas musibah ini. Semoga para orang tua dan pelaku industri gim dapat bekerja sama lebih erat dalam mengimplementasikan batasan usia demi keselamatan generasi muda Indonesia.***



















