Indogamers.com – Sebuah cerita pilu datang dari industri pengisian suara dan akting video game. Aktris Eman Ayaz, yang santer dikabarkan terlibat dalam proyek remake Prince of Persia: Sands of Time, menyebut momen pembatalan game tersebut sebagai "momen paling menghancurkan dalam kariernya."
Ironisnya, Eman tidak mendapatkan kabar tersebut langsung dari pihak pengembang, melainkan melalui berita yang tersebar di internet. Mari kita simak curhatan emosional sang aktris yang dirangkum versi Indogamers.
1. Kabar Pahit yang Datang dari WhatsApp
Dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial, Eman Ayaz menceritakan kronologi bagaimana ia mengetahui proyek yang telah ia kerjakan selama tiga tahun tersebut dihentikan.
Eman baru menyadari ada yang tidak beres saat saudara laki-lakinya mengirim pesan via WhatsApp dan menanyakan apakah ia baik-baik saja. Saat itulah, sang saudara mengirimkan tautan berita mengenai pembatalan pengembangan game tersebut oleh Ubisoft.
2. Tiga Tahun Kerja Keras yang "Terhapus"
Eman mengungkapkan bahwa ia telah mendedikasikan tiga tahun hidupnya untuk proyek ini. Ia melalui proses audisi yang sangat ketat, mulai dari pengiriman rekaman mandiri hingga chemistry read di luar kota.
Dampaknya terasa sangat berat karena:
Masalah Visa: Eman berharap kontribusinya di proyek besar ini bisa membantunya mengajukan visa kerja di Amerika Serikat.
Terikat NDA: Karena masih terikat perjanjian kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement), ia tidak bisa mencantumkan hasil kerjanya selama tiga tahun terakhir ke dalam portofolio atau showreel aktingnya.
3. Syuting Promosi Hanya Dua Bulan Sebelum Batal
Yang membuat kabar ini semakin mengejutkan adalah fakta bahwa Eman baru saja melakukan syuting untuk materi promosi game tersebut dua bulan yang lalu. Menurutnya, saat itu semua berjalan sangat lancar tanpa ada tanda-tanda masalah besar yang akan menghentikan proyek tersebut.
Ubisoft sendiri mengonfirmasi pembatalan remake Prince of Persia: Sands of Time karena merasa kualitasnya tidak mencapai standar yang diharapkan dan membutuhkan investasi waktu serta dana yang terlalu besar untuk dilanjutkan.
Kesimpulan
Pembatalan Prince of Persia: Sands of Time Remake bukan hanya menjadi kehilangan bagi para penggemar, tapi juga meninggalkan luka bagi para talenta di baliknya. Cerita Eman Ayaz menjadi pengingat betapa kerasnya industri game bagi para pengisi suara dan aktor gerak (motion capture).
Sekarang giliran kamu, Sobat Gamers! Sebagai salah satu judul legendaris, apakah kamu kecewa dengan keputusan Ubisoft yang memilih membatalkan game ini daripada memperbaikinya? Tulis pendapatmu di kolom komentar!***