Indogamers.com - Halo, Sobat Gamers! Industri game lagi-lagi kasih kabar yang bikin nyesek. Masih ingat sama Highguard? Game hero-shooter ambisius yang digadang-gadang bakal jadi saingan berat di genre live-service ini ternyata harus "gulung tikar" lebih cepat dari dugaan siapa pun.
Nggak main-main, game ini cuma bertahan kurang dari dua bulan sebelum akhirnya sang developer, Wildlight Entertainment, memutuskan buat cabut colokan servernya. Kok bisa? Yuk, kita bedah lewat poin-poin di bawah ini:
1. Rekor Penutupan Tercepat (Cuma 45 Hari!)
Sejak rilis di akhir Januari, Highguard cuma punya napas selama 45 hari. Angka ini bikin Highguard masuk ke jajaran "klub eksklusif" game yang tutup dalam hitungan minggu setelah rilis, bersanding dengan nama-nama seperti Concord dan The Day Before. Padahal, tim di baliknya bukan orang sembarangan—banyak dari mereka adalah veteran yang pernah menggarap Apex Legends dan Titanfall.
2. Update Terakhir yang Jadi "Kado Perpisahan"
Meskipun tahu bakal tutup, developer nggak mau ninggalin fans gitu aja. Di detik-detik terakhir sebelum server mati pada 12 Maret kemarin, mereka sempat merilis update final yang isinya lumayan padat: ada Warden (karakter) baru, senjata baru, hingga sistem skill tree. Ibarat pesta perpisahan, mereka pengen pemain yang tersisa punya kenangan manis sebelum Night City versi mereka benar-benar gelap.
3. Alasan Utama: "Curveball" dari Pemain
Kenapa bisa gagal? Pihak studio mengakui kalau mereka nggak berhasil membangun basis pemain yang stabil untuk jangka panjang. Salah satu mantan developer menyebut kalau mereka sebenarnya sudah melakukan tes internal yang ketat, tapi reaksi publik setelah rilis benar-benar di luar dugaan atau "curveball". Masalah optimasi, ukuran map yang terlalu besar, dan kurangnya insentif buat terus main jadi alasan utama kenapa pemain kabur setelah beberapa hari.
4. Masih Ada yang "Nongkrong" Sampai Server Mati
Uniknya, meski jumlah pemain anjlok drastis (dari 100 ribu ke angka ratusan di Steam), masih ada segelintir pemain loyal yang bertahan sampai menit-menit terakhir server dimatikan. Mereka tetap push rank dan mencoba konten baru di update final tersebut seolah-olah game ini bakal hidup selamanya. Benar-benar definisi loyalitas tanpa batas!
Kutipan Narasumber:
Dalam pernyataan resminya di media sosial, tim Wildlight Entertainment menyampaikan rasa terima kasihnya:
"Terlepas dari semangat dan kerja keras tim kami, kami belum mampu membangun basis pemain yang berkelanjutan untuk mendukung game ini dalam jangka panjang. Kami sangat berterima kasih kepada para pemain yang telah mencoba dan menjadi bagian dari komunitas kami."
Kesimpulan:
Kasus Highguard jadi pengingat keras kalau pasar game live-service itu kejam banget. Bakat besar dan modal besar bukan jaminan kalau nggak bisa dapet "hati" para gamer. Sekarang, tim Wildlight dikabarkan bakal fokus ke proyek lain, sementara para pemain Highguard harus mulai mencari "rumah" baru untuk mabar.
Gimana menurut kalian? Apakah kalian sempat nyobain game ini, atau malah baru dengar namanya pas mau tutup? Tulis di kolom komentar ya!***


















