Indogamers.com – Tim Dewa United Horus berhasil mengamankan peringkat ketiga dalam babak Grand Finals Free Fire Battle Rush (FFBR) 2026. Hasil ini dipandang sebagai modal berharga bagi skuad "Anak Dewa" untuk menatap turnamen berikutnya yang lebih bergengsi, yakni Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Spring.
Analis tim Dewa United Horus, Arif "AK" Kurniawan, mengungkapkan bahwa performa para pemain menunjukkan perkembangan yang signifikan. Terutama dalam hal pengambilan keputusan dan kematangan saat menghadapi tekanan di fase akhir pertandingan (late game).
Kualitas Pemain Bersaing dengan Level Dunia
Menurut AK, kualitas individu para pemain saat ini sudah mampu bersaing dengan tim-tim yang berlaga di level turnamen lebih tinggi, seperti Free Fire World Series (FFWS). Hal ini terbukti dari kemampuan adaptasi dan skill kompetitif yang ditunjukkan sepanjang ajang FFBR.
"Jika dilihat dari kualitas pemain, maka tim yang tampil di FFNS maupun Free Fire World Series (FFWS) tidak memiliki perbedaan yang jauh. Hal ini terlihat di FFBR, karena para pemain mampu menunjukkan kemampuan dan skill yang kompetitif," jelas AK sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Performa Dominan dan Gelar Predator untuk Kikyyy
Pada babak Grand Finals, Dewa United menurunkan susunan pemain utama yang terdiri dari Kikyyy, Adrian, North, dan Zaxx. Mereka tampil disiplin sejak gim pertama dan berhasil mengamankan dua kali Booyah, yang sekaligus mengukuhkan status mereka sebagai champion rush.
Meskipun pada gim penentuan mereka gagal meraih Booyah setelah terlibat pertempuran sengit dan merelakan gelar juara jatuh ke tangan ONIC, stabilitas permainan Dewa United tetap mendapatkan pujian.
Salah satu performa yang paling menonjol datang dari sang sniper, Risky "Kikyyy" Kaesang. Kikyyy sukses menyabet gelar Pemain Terbaik (MVP) sekaligus Top Predator setelah mencatatkan statistik luar biasa sepanjang babak final:
26 Eliminasi
11 Assist
42 Knockdown
17.384 Total Damage
Fokus Evaluasi Menuju FFNS 2026 Spring
Meski menunjukkan tren positif, AK menambahkan bahwa tim masih memiliki pekerjaan rumah, terutama terkait konsistensi eksekusi di momen-momen krusial. Evaluasi dari FFBR 2026 akan difokuskan agar tim mampu mengonversi setiap peluang menjadi kemenangan di turnamen mendatang.
Hasil di FFBR ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi Dewa United Horus untuk tampil lebih siap, menjaga koordinasi tim, dan mengejar misi utama mereka: merebut gelar juara pada FFNS 2026 Spring.
Keberhasilan Kikyyy menjadi MVP dan Top Predator membuktikan bahwa Dewa United Horus memiliki daya gedor yang sangat mengerikan. Dengan kematangan strategi yang terus diasah oleh AK, apakah kamu menjagokan Dewa United untuk menjadi juara di FFNS 2026 Spring nanti?