Indogamers.com - Panggung kompetisi Free Fire Indonesia baru saja punya raja baru di awal tahun ini. ONIC berhasil mengunci gelar juara di turnamen pramusim Free Fire Battle Rush Series (FFBRS) 2026 setelah melewati pertarungan dramatis pada Minggu malam (15/02). Kemenangan ini membuktikan kalau "sang landak" masih punya duri yang sangat tajam bagi lawan-lawannya.
Mau tahu rahasia dan fakta menarik di balik kemenangan mereka? Cek poin-poinnya di bawah ini:
1. Trofi Pembuka Tahun yang Menjanjikan
Gelar juara FFBRS 2026 ini resmi menjadi trofi pertama yang mampir ke lemari prestasi ONIC di tahun ini. Prestasi ini seolah menyambung kesuksesan besar mereka di tahun lalu, di mana mereka sempat menyabet juara FFWS SEA 2025 Spring dan membawa pulang medali perak dari ajang SEA Games 2025. Konsistensi yang ngeri banget!
2. Booyah Penentu dan Efek "Champion Rush"
Grand Finals FFBRS 2026 benar-benar penuh drama. ONIC baru bisa memastikan kemenangan setelah mengamankan Booyah di ronde ke-6. Berkat status Champion Rush yang mereka amankan di ronde sebelumnya, tambahan poin yang mereka raih di ronde terakhir otomatis bikin para pesaingnya "gigit jari" karena jarak poin yang sudah terlalu jauh.

3. Menumbangkan Rival Abadi dan Tim "Underdog"
Turnamen pramusim ini bukan kaleng-kaleng karena diikuti oleh 12 tim terbaik. ONIC harus berjibaku mengalahkan rival abadi mereka, EVOS Divine, yang harus puas di posisi Runner-up. Selain itu, mereka juga menghadapi perlawanan sengit dari Dewa United Horus, Bigetron Delta, hingga kejutan dari juara Garena Youth Championship 2025, SMAN 5 Ambon.
4. Skill Tim Nusantara Series Kini Setara Tim FFWS
Ada pesan menarik dari Coach ONIC, Ahmad Fadly Masturoh (AFM). Menurutnya, tim dari jalur Nusantara Series (FFNS) seperti Vesakha dan Sriwijaya sekarang punya skill individu yang sudah setara dengan tim-tim kelas Asia Tenggara (FFWS SEA). Hal yang membedakan saat ini hanyalah cara membaca zona dan ketepatan mengambil momentum objektif di lapangan.
5. Pemanasan Mesin Sebelum Tempur di Asia Tenggara
Bagi Coach AFM dan anak asuhnya, trofi ini adalah modal kepercayaan diri sebelum mereka terjun ke level internasional. Kemampuan adaptasi ONIC terhadap berbagai gaya main tim baru—baik tim pro maupun komunitas—menjadi kunci utama yang akan mereka bawa untuk mempertahankan dominasi di level internasional nantinya.
Kesimpulan
Kemenangan ONIC di FFBRS 2026 ini bukan sekadar keberuntungan, tapi bukti kematangan strategi dan mental juara yang sudah teruji. Dengan performa seperti ini, tim-tim lain di Asia Tenggara patut waspada saat bertemu "Si Landak Kuning" nanti. Kira-kira, mampukah ONIC mempertahankan api semangat ini sampai ke turnamen utama FFWS SEA? Kita tunggu saja aksi mereka selanjutnya!



















