Indogamers.com - Status mentereng sebagai jawara dunia Esports World Cup (EWC) 2025 ternyata tidak menjamin jalan mulus bagi EVOS Divine. Sepanjang babak Knockout FFWS SEA 2026 Spring, tim berjuluk Sang Macan Putih ini terus dihantam keraguan publik akibat performa mereka yang dinilai tidak stabil.
Namun, drama di pekan keempat yang berlangsung pada 15-17 Mei 2026 membuktikan satu hal penting: ketika berada di ujung tanduk, mental juara dunialah yang berbicara. EVOS Divine secara dramatis sukses mengamankan tiket terakhir dari zona kualifikasi regional menuju babak Grand Finals di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Berdarah-darah di Batas Akhir Zona Aman
Perjuangan EVOS Divine di pekan penentuan kemarin benar-benar menguras emosi para pendukungnya. Meski sempat mengamankan satu Booyah di hari pertama, posisi Rasyah dan kawan-kawan tidak pernah benar-benar aman. Mereka terus berada di garis batas peringkat keenam—batas paling sakral untuk bisa lolos ke babak puncak.
Puncaknya terjadi pada hari terakhir, Minggu, 17 Mei 2026. Tekanan hebat dari tim-tim tuan rumah Vietnam seperti P Esports, WAG, dan HEAVY sempat melempar EVOS Divine keluar dari zona enam besar. Bayang-bayang eliminasi dini sempat membayangi langkah tim.
Baca Juga: Coach Leem Ungkap Alasan EVOS Divine Pertahankan Roster untuk Musim Free Fire 2026
Namun, momentum berbalik di dua gim terakhir. Ketika HEAVY yang berpotensi menggusur posisi EVOS justru tumbang terlalu cepat (too soon), EVOS Divine berhasil memanfaatkan celah tersebut dengan bermain taktis. Mereka menutup babak Knockout di peringkat ke-6 dengan 211 poin, unggul tipis 24 poin dari HEAVY.
Evaluasi Sang Bintang Muda Usai Lolos dari Lubang Jarum
Keberhasilan lolos ke Grand Finals ini disambut rasa syukur sekaligus evaluasi mendalam oleh internal tim. Bintang muda EVOS Divine, Rasyah Rasyid (EVOS RASYAH), mengakui bahwa musim ini memberikan pelajaran yang sangat mahal bagi timnya.
"Alhamdulillah, EVOS Divine berhasil membuktikan kalau tim ini layak lolos ke Grand Finals. Musim ini menjadi pelajaran yang sangat besar buat saya dan seluruh pemain," ujar Rasyah dengan penuh kedewasaan.
"Status kami sebagai juara dunia EWC 2025 ternyata tidak membuat perjalanan tim menjadi mudah. Masih banyak kesalahan yang harus kami perbaiki dan itu tidak boleh terulang di Grand Finals nanti," tambahnya.
Siap Siapkan Gebrakan di Ho Chi Minh City
Lolosnya EVOS Divine sekaligus memastikan Indonesia mengirimkan tiga wakil terbaiknya (bersama Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu) untuk mengguncang panggung Asia Tenggara di Vietnam pada 30-31 Mei 2026 mendatang.
Menutup pernyataannya, Rasyah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendukung setia yang tidak memalingkan muka saat tim sedang berada di masa sulit.
"Terima kasih untuk seluruh EVOS Fams yang terus mendukung kami, dan nantikan gebrakan EVOS Divine di panggung Final," pungkasnya optimis.
Penutup
Keluarnya EVOS Divine dari tekanan babak Knockout membuktikan bahwa pengalaman di panggung dunia tidak bisa berbohong. Di babak Grand Finals nanti, semua tim akan memulai kembali dari titik yang sama, dan ini menjadi kesempatan emas bagi Macan Putih untuk kembali menunjukkan taringnya yang asli.
Gimana nih, EVOS Fams? Sudah siap mengawal perjuangan Rasyah dkk di Vietnam akhir Mei nanti? Tulis pesan dan dukungan kalian di kolom komentar, dan pastikan untuk selalu pantau Indogamers.com untuk update informasi esports terlengkap!***