Gagal di Knockout FFWS SEA 2026 Spring, ONIC dan Shadow Esports Telan Pil Pahit

Gagal di Knockout FFWS SEA 2026 Spring, ONIC dan Shadow Esports Telan Pil Pahit(FOTO: Garena)

Indogamers.com - Babak Knockout Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring yang baru saja usai pada 17 Mei 2026 kemarin meninggalkan luka mendalam bagi komunitas Free Fire Indonesia. Di balik sorak-sorai kelolosan EVOS Divine, dua wakil Indonesia lainnya, ONIC dan Shadow Esports, harus menghadapi kenyataan paling pahit dalam sejarah partisipasi mereka di kancah Asia Tenggara.

Satu tim harus merelakan mimpi besar mereka ke panggung dunia, sementara tim lainnya harus rela terlempar dari kasta tertinggi regional dan pulang ke kompetisi domestik.

Ironi ONIC: Mantan Juara yang Kehilangan Tiket EWC 2026

Hanya satu tahun berselang setelah ONIC mengukir sejarah dengan mengangkat trofi juara FFWS SEA 2025 Spring, performa tim berlambang Landak Kuning ini justru merosot tajam. Finis di peringkat ke-10 dengan torehan 135 poin, ONIC dipastikan gagal menembus posisi 6 besar untuk melaju ke babak Grand Finals di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Kegagalan ini menjadi pukulan telak yang berlipat ganda bagi ONIC:

  • Kehilangan Tiket EWC 2026

    Absennya ONIC di Grand Finals otomatis menutup peluang mereka untuk bertanding di ajang antardunia, Esports World Cup (EWC) 2026: Free Fire.

  • Dejavu Buruk 2024

    Ini adalah kedua kalinya ONIC gagal lolos ke Grand Finals FFWS SEA, mengulang memori kelam pada musim 2024 Fall lalu.

"Jelas sangat kecewa dengan hasil ini karena target tim sejak awal adalah mempertahankan gelar juara dan bermain di EWC 2026," ungkap Adam Ramdani (ONIC ADAM) dengan nada getir. "Banyak evaluasi yang harus kami lakukan, baik secara permainan maupun pengambilan keputusan di dalam pertandingan."

Tragis, Shadow Esports Resmi Terdegradasi ke FFNS

Jika ONIC masih bisa bernapas lega karena selamat dari zona merah, nasib lebih tragis harus dialami oleh Shadow Esports. Datang sebagai salah satu penantang baru, mereka justru harus finis sebagai juru kunci klasemen keseluruhan tim Indonesia dengan hanya mengantongi 119 poin.

Padahal, perjalanan Shadow Esports sempat menjanjikan di awal pekan keempat dengan bertengger di peringkat ke-7. Namun, penyakit inkonsistensi dan terlalu sering tereliminasi di awal gim (too soon) membuat posisi mereka terus merosot. Di hari terakhir, kejar-kejaran poin dengan ONIC gagal mereka menangkan.

Sesuai dengan regulasi turnamen, sebagai tim asal Indonesia dengan peringkat terendah, Shadow Esports secara resmi terdegradasi dan harus merangkak kembali dari bawah melalui Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall musim depan.

"Kami sudah memberikan yang terbaik... Hasil akhirnya memang belum sesuai harapan. Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan dan ini akan menjadi modal kami untuk bangkit lagi," ujar Juan Daniel Titarsole (SE. JUAN) dengan tegar.

Penutup

Hasil buruk yang menimpa ONIC dan Shadow Esports menjadi sinyal peringatan keras bagi ekosistem Free Fire di tanah air. Status sejarah juara terbukti tidak lagi cukup untuk membendung agresivitas tim-tim Thailand dan Vietnam yang perkembangannya sangat pesat.

Kini, pekerjaan rumah besar menanti manajemen kedua tim untuk merombak strategi mereka, sementara beban berat untuk mengharumkan nama bangsa di Vietnam resmi berpindah ke pundak Bigetron by Vitality, RRQ Kazu, dan EVOS Divine.

Bagaimana tanggapanmu, Sobat Indogamers? Menurut kamu apa yang menjadi evaluasi terbesar untuk ONIC dan Shadow Esports agar bisa bangkit di musim depan? Terus pantau Indogamers.com untuk info seputar skena kompetitif Free Fire!***

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI