logo

Kisah Titik Nol dan Pengorbanan Para Bintang MPL ID dari Turnamen Warkop Menuju Panggung Dunia Pro

sentarozi
Sabtu 13 Juni 2026, 14:35 WIB
Kisah Titik Nol dan Pengorbanan Para Bintang MPL ID dari Turnamen Warkop Menuju Panggung Dunia Pro(FOTO: Indogamers/rozi)

Kisah Titik Nol dan Pengorbanan Para Bintang MPL ID dari Turnamen Warkop Menuju Panggung Dunia Pro(FOTO: Indogamers/rozi)

Indogamers.com - Keriuhan teriakan penonton mengguncang arena. Di bawah sorot lampu panggung yang megah, piala berkilau menunggu untuk diangkat. Bagi jutaan pasang mata yang menyaksikan melalui layar kaca ataupun dari kejauhan, termasuk saya, kehidupan seorang pro player Mobile Legends tampak begitu glamor, popularitas yang tinggi, kontrak bernilai besar dari sejumlah brand, dan panggung yang penuh tepuk tangan dan teriakan dukungan.

Namun, jika kita memundurkan waktu beberapa tahun ke belakang, mereka-mereka yang berada di atas panggung itu hanyalah anak-anak biasa. Mereka pernah duduk di sudut-sudut warung kopi (warkop), sembari memikul keraguan orang tua, mengorbankan masa muda, dan mempertaruhkan masa depan yang masih abu-abu dan belum jelas terlihat.

Bagaimana sebenarnya gerbang karier itu terbuka, dan apa harga yang harus dibayar untuk segala popularitas dan kemegahan yang mereka dapatkan saat ini ? Inilah sedikit fakta yang Indogamers dapatkan dari mereka, di tengah perjuangan mereka di Babak Playoff MPL ID Season 17.

Dari Turnamen Warkop hingga Panggung MPL

Setiap bintang punya titik nol yang berbeda. Bagi sebagian orang, jalur menuju dunia profesional adalah tentang menangkap peluang yang terkadang tidak sengaja lewat. Morenooo, misalnya. Ia mengenang dirinya sebagai anak sekolahan biasa yang gemar bermain game.

"Kebetulan ada rezeki dan dinilai cukup bagus, sampai akhirnya dianggap layak. Saya juga ikuti pro scene sejak zaman MPL dulu, jadi dari sana muncul perasaan kalau sepertinya asyik jika bisa menjadi seorang pro player," kenang midlaner Bigetron By Vitality ini.

Lain Morenooo, lain pula Kiboy. Roamer veteran dari ONIC Esports ini melompat ke panggung tertinggi sejak tahun 2020 di MPL Season 5 melalui jalur undangan langsung dari sang CEO untuk mengikuti trial. Kiboy remaja yang saat itu duduk di bangku kelas 2 SMA, langsung terhipnotis oleh megahnya panggung MPL. "Saking pengennya, saya sampai jarang belajar, maksudnya jadi enggak fokus sekolah karena waktu habis dipakai latihan terus," aku Kiboy.

Kiboy

Sementara itu, bagi Nazara dan Shogun, aroma kopi dan asap rokok di turnamen tingkat komunitas adalah panggung pertama mereka.

"Awalnya saya memulai dari turnamen-turnamen tingkat warung kopi (warkop)," kata Nazara yang merupakan Jungler andalan dari Geek Fam. Baginya, esports adalah jawaban dari jiwa mudanya yang haus akan tantangan hidup. Strateginya terstruktur: kuasai turnamen warkop, lalu cari peruntungan di trial tim besar.

Nazara

Shogun pun setali tiga uang. Diperkenalkan pada game oleh sang kakak, EXPlane Bigetron By Vitality yang awalnya seorang introvert dan kesulitan berkomunikasi ini, mulai memberanikan diri keluar dari zona nyaman lewat turnamen lokal, hingga kesempatan itu datang di kualifikasi Piala Presiden 2021. "Saya coba ikut dan alhamdulillah lolos mewakili regional Jawa. Bermula dari momen tersebut, saya mulai tertarik ke pro scene."

Harga Sebuah Ambisi: Pendidikan dan Kehilangan Kehangatan Rumah

Gemerlap panggung esports tidak dibeli dengan mata uang murah. Harganya adalah pengorbanan yang tidak main-main. Saat remaja seusia mereka sedang menikmati masa-masa SMA, nongkrong bersama teman sekelas, atau menikmati masakan ibu di rumah, para player ini harus mengemas koper mereka menuju Gaming House (GH).

"Yang dikorbankan lumayan banyak dan cukup berat. Pertama mungkin keluarga, karena saya harus tinggal jauh dari orang tua, nenek, tante, om," ungkap Morenooo. Tak hanya itu, ia juga harus mengambil keputusan besar, yaitu keluar dari sekolah negeri demi beralih ke homeschooling saat menembus MPL.

Nazara pun merasakan kepedihan yang sama. Berada di jalur ini membuatnya kehilangan banyak waktu pribadi. "Pendidikan saya, waktu bersama keluarga, dan juga waktu untuk orang yang saya cintai, seperti pasangan contohnya. Cukup banyak hal yang harus saya korbankan," tutur Nazara.

Sementara itu bagi Kiboy, waktu, keluarga, dan pendidikan adalah tiga pilar yang terpaksa dia lepas demi ambisinya. Selepas SMA, ia memilih tidak melanjutkan ke bangku kuliah. "Kalau soal pengorbanan, yang pasti itu waktu. Terus keluarga juga, karena posisinya harus jauh dari mereka. Terus ya... sekolah juga. Saya lulus SMA, tapi memutuskan untuk enggak lanjut kuliah. Tiga hal itu sih pengorbanan terbesarnya," Ungkapnya.

Keluarga dan Jiwa Kompetitif sebagai Bahan Bakar

Perjalanan menjadi Pro Player tentu bukan sebuah perjalanan yang mudah. Ada banyak badai permasalahan yang akan datang, menguji mental mereka hingga titik yang paling rendah. Mulai dari kekalahan beruntun, kejenuhan latihan belasan jam sehari, hingga hujatan netizen di media sosial, mereka pun dituntut untuk tetap menjaga kewarasannya agar terus melangkah.

Misalnya Nazara, yang baru saja mengalami kekalahan pahit, pasca melawan ONIC, akibat miss-gameplay dan eksekusi yang terburu-buru, memiliki benteng pertahanannya sendiri untuk menjaga mentalnya tetap waras. "Triknya dengan tidak membaca komentar di TikTok dan Instagram dulu untuk sementara waktu. Lebih baik mencari kesibukan atau hiburan lain bersama tim untuk menyegarkan pikiran," ujarnya.

Berbeda dengan Nazara, bagi Aran, bahan bakar motivasi utamanya adalah gabungan antara ego kompetitif dan cinta tanpa syarat dari keluarga. "Motivasi terbesar saya dari dulu sampai sekarang adalah keinginan untuk selalu menang melawan siapa pun," tegas Aran. Namun, di balik jiwa petarung itu, ada sisi lembut yang ia simpan. "Nomor satu sudah pasti keluarga. Ibu, Ayah, dan Mbah (nenek/kakek). Setiap kali Mbah menyempatkan datang langsung, itu luar biasa menambah semangat saya di panggung."

Aran

Meskipun merahasiakan apa yang telah ia berikan dari hasil keringatnya di esports, Aran tersenyum dan memastikan semua pencapaiannya didedikasikan khusus untuk orang-orang tercinta di rumah.

Di sisi lain, Shogun melihat rekan satu tim dan manajemen sebagai jangkar pelindungnya ketika berada dalam titik terendah. "Jelas yang pertama adalah teman-teman saya yang ada di sini semua, termasuk mereka yang ada di backstage. Semua yang menjadi bagian dari keluarga Bigetron. Yang kedua, pastinya keluarga kandung saya."

Berdamai dengan Masa Lalu dan Pesan untuk Masa Depan

Saya pun tergelitik untuk menanyakan kepada mereka, jika sebuah mesin waktu diciptakan, pesan apa yang ingin mereka sampaikan pada diri mereka yang dulu, saat baru memulai melangkah?

"Just be brave, and just take the risk (Beranilah, dan ambil risiko itu)," kata Shogun, mengingat dirinya yang dulu seorang introvert penakut. Sementara Aran dan Kiboy sepakat bahwa rasa percaya diri adalah kunci. "Saya merasa sudah aman dan enggak ada keinginan untuk balik ke masa lalu karena dari awal saya selalu yakin," ucap Kiboy dengan penuh percaya diri.

Shogun

Sementara, Nazara menyelipkan refleksi yang lebih melankolis: "Jangan terlalu terburu-buru dalam melangkah. Belajarlah untuk bisa membagi waktu dengan baik bersama orang-orang yang kita sayang."

Untuk kalian, jutaan anak muda yang hari ini masih terjebak di tier publik dan bermimpi merasakan megahnya panggung MPL, para bintang ini menitipkan pesan realitas yang jujur.

Bagi mereka, Esports bukan tempat pelarian bagi mereka yang malas sekolah. Moreno berpesan, "Sebisa mungkin selesaikan dulu pendidikan kalian, karena pendidikan itu cukup penting." Namun, jika api ambisi itu sudah tidak bisa dipadamkan lagi, Aran merangkum lima hal yang wajib dibawa: Niat yang kuat, motivasi mendalam, dedikasi waktu, mentalitas pantang menyerah, dan kerja keras tingkat tinggi (try hard).

Kiboy juga menitikberatkan pentingnya niat yang kuat agar tetap bisa melangkah terus dan tidak tumbang di tengah jalan. "Kalau mau masuk ke pro scene, sebenarnya yang paling penting itu niat. Tanpa niat yang kuat, kita enggak akan bisa bertahan. Saya kenal banyak teman yang akhirnya berhenti atau gagal di tengah jalan, itu rata-rata karena mereka enggak niat. Jadi, modal utamanya adalah niat dan memang harus punya bakat. Kalau kalian merasa berbakat dan punya niat yang kuat, sudah pasti bisa," jelasnya.

Sebab pada akhirnya, panggung megah MPL hanya menyisakan tempat bagi mereka yang tidak hanya berbakat, tetapi juga mereka yang berani terluka, jatuh dan bangkit kembali. Seperti kata Nazara, "Jika kalian pernah merasa tidak layak, saya pun dulu sempat berpikir demikian. Kuncinya adalah tetap semangat dan jangan berhenti belajar," tutupnya.

Follow Berita Indogamers di Google News
Editor :
Berita Terkait
E-Sport

Prediksi Jadwal MPL ID Season 17, Siapkan Dukungan Terbaik Untuk Tim Esports Mobile Legends Favorit Kamu!

Sabtu 21 Februari 2026, 11:22 WIB
undefined
News

Penjual Cheat Mobile Legends, Rugikan Moonton 2,5 Miliar

Kamis 16 April 2026, 11:22 WIB
undefined
News

Maraknya Cheat Mobile Legends, Sistem Keamanan Moonton Dipertanyakan Pakar Game Online

Kamis 16 April 2026, 11:32 WIB
undefined
E-Sport

Flipflop Ungkap Evaluasi EVOS di Divisi Mobile Legends dan Free Fire, Siap Jadi Lebih Baik!

Senin 02 Maret 2026, 15:31 WIB
undefined
Mobile

Bocoran Update Mobile Legends Juni 2026: Hero Baru & Skin!

Selasa 02 Juni 2026, 11:05 WIB
undefined
News

Mengenal ONIC Kairi Lewat Film NOBODY LOVES KAY, Ungkap Perjuangan Menuju Panggung Esports Mobile Legends

Senin 11 Mei 2026, 18:03 WIB
undefined
News

PBESI Umumkan Roster Timnas Mobile Legends Indonesia untuk Asian Games 2026, Full Alter Ego!

Selasa 19 Mei 2026, 14:44 WIB
undefined
News

Dari Mobile Legends ke JRPG Xbox: Transisi Gamer Indonesia 2026

Senin 25 Mei 2026, 13:41 WIB
undefined
Guides

Tips Menghindari Dark System Mobile Legends Agar Tidak Lose Streak

Senin 11 Mei 2026, 10:45 WIB
undefined
Guides

Bukan Cuma Mechanical Skill! 5 Rahasia Pro Player Mobile Legends yang Wajib Kamu Tahu

Rabu 15 April 2026, 13:44 WIB
undefined
News Update
E-Sport24 Juli 2026, 18:01 WIB

Predator Gaming Indonesia Ramaikan VCT Pacific Stage 2 2026, Hadirkan Watch Party hingga Community Gathering

Predator Gaming Indonesia meramaikan VCT Pacific Stage 2 2026 dengan Community Gathering, Online Watch Party, dan Mabar bersama kreator konten VALORANT untuk mendukung komunitas esports Indonesia.
Predator Gaming Indonesia Ramaikan VCT Pacific Stage 2 2026, Hadirkan Watch Party hingga Community Gathering (FOTO: Dok.Predator)
News24 Juli 2026, 17:57 WIB

Youth Digital Community Festival 2026 by wondr by BNI Siap Digelar di Depok, Turnamen FF Berhadiah Jutaan Rupiah

Komunitas gamer Tanah Air akan kembali diramaikan dengan hadirnya Youth Digital Community Festival 2026, sebuah ajang kompetisi Free Fire yang akan berlangsung mulai 1 Agustus 2026 di Frekuensi Kitchen & Space, Grand Depok City, Kota Depok, Jawa Barat.
Youth Digital Community Festival 2026 by Wondr BNI
E-Sport24 Juli 2026, 17:51 WIB

Roster RRQ Hoshi MPL ID Season 18, Hadirkan Wajah Lama dan Talenta Baru

Simak daftar roster RRQ Hoshi di MPL ID Season 18. Kehadiran pemain baru dan skuad lama diharapkan mampu membawa Sang Raja kembali ke papan atas klasemen.
Roster RRQ Hoshi di MPL ID Season 18 (FOTO: Dok.Indogamers.com)
E-Sport24 Juli 2026, 17:37 WIB

Hasil MSC EWC 2026 Hari Pertama: Team Vitality dan ONIC ID Sama-sama Raih Kemenangan

Hasil MSC EWC 2026 hari pertama, Team Vitality dan ONIC ID sama-sama meraih kemenangan 2-0 atas lawannya dan membuka peluang melaju ke babak berikutnya.
Hasil MSC EWC 2026 hari pertama (FOTO: Instagram/mygameondotmy)
E-Sport24 Juli 2026, 17:31 WIB

SEA Premier League Season 1 Masuki Matchday 5 dan 6, Persaingan FC Mobile Asia Tenggara Semakin Sengit

SEA Premier League Season 1 memasuki Matchday 5 dan 6. Simak klasemen sementara, daftar tim peserta, total hadiah USD 50.000, dan jadwal pertandingan FC Mobile Asia Tenggara.
SEA Premier League Season 1 memasuki Matchday 5 dan 6. Simak klasemen sementara, daftar tim peserta (FOTO: Dok.fc mobile)
News24 Juli 2026, 15:46 WIB

Sisa Kuota Internet Dilarang Hangus, Gamer Full Senyum

Putusan MK sisa kuota dilarang hangus jadi angin segar buat gamer! Simak 6 opsi perlindungan kuota internet agar mabar & update game makin hemat.
Sisa Kuota Internet Dilarang Hangus, Gamer Full Senyum(FOTO: Gemini AI)
Guides24 Juli 2026, 10:15 WIB

Panduan Pemula Neverness to Everness: Pahami Mata Uang, Banner, dan Cara Hemat Pull

Tidak sedikit pemain yang langsung menghabiskan seluruh mata uang (currency) hanya demi mendapatkan karakter favorit.
Neverness to Everness (NTE)
Mobile23 Juli 2026, 16:25 WIB

4 Hero Marksman Mobile Legends Terbaik untuk Pemula, Gampang Dikuasai

Cari hero Marksman Mobile Legends terbaik untuk pemula? Ini 4 rekomendasi MM gampang dikuasai, anti-beban, dan dijamin cepat naik rank.
4 Hero Marksman Mobile Legends Terbaik untuk Pemula, Gampang Dikuasai(FOTO: Mobile Legends Fandom)
Lifestyle23 Juli 2026, 15:16 WIB

Tantangan Syuting Serial Harry Potter HBO, Aktor Cuma 90 Menit di Set

Syuting serial Harry Potter HBO hadapi kendala besar! Aktor anak-anak cuma boleh di set 90 menit. Simak tantangan di balik layar di sini.
Tantangan Syuting Serial Harry Potter HBO, Aktor Cuma 90 Menit di Set(FOTO: HBO)
Mobile23 Juli 2026, 15:08 WIB

DCKO, Game Fighting Mobile Terbaru DC Siap Rilis 2027

Game fighting mobile DCKO resmi diumumkan untuk Android & iOS! Mainkan PvP real-time dengan Superman & Batman, pra-registrasi sekarang!
DCKO: Game Fighting Mobile Terbaru DC Siap Rilis 2027(FOTO: Drop Fake)
Portal Media Game Nomor 1 di Indonesia

Indogamers sebuah situs yang didedikasikan kepada pecinta game dari semua kalangan dan latar belakang. Hadir menjadi sumber informasi terpercaya bagi seluruh gamers di Indonesia.

Perumahan Bukit Hijau Felicity Village Blok B No. 6 Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok Provinsi Jawa Barat 16517

+62851 8306 6952

Subscribe

Anda juga bisa mengikuti update terbaru mengenai event-event yang sedang berjalan di media sosial kami.

© Copyright 2026 IndoGamers. All rights reserved.