Samsung Galaxy S26 Versi Korea Terlihat di Geekbench Bawa Peningkatan Performa

Samsung Galaxy S26 Versi Korea Terlihat di Geekbench Bawa Peningkatan Performa (FOTO: gsmarena)

Indogamers.com - Dunia gadget tanah air sering kali ramai setiap kali muncul bahasan mengenai perbedaan antara chipset Exynos dan Snapdragon pada seri flagship Samsung. Banyak pengguna di Indonesia yang selalu menaruh perhatian lebih pada performa chipset yang akan mereka gunakan sehari-hari. Kabar terbaru datang dari Korea Selatan karena unit Galaxy S26 terpantau sedang diuji coba lewat platform Geekbench. Kehadiran unit ini memberikan gambaran awal mengenai seberapa kuat performa ponsel yang kemungkinan besar juga akan mendarat di pasar Indonesia pada tahun mendatang.

Dikutip dari GSMArena (02/02), berikut adalah beberapa poin penting dari data Geekbench untuk Galaxy S26 versi Exynos tersebut:

  1. Identitas Perangkat dan Chipset. Unit yang muncul dalam pengujian memiliki nomor model SM-S941N yang merupakan varian khusus untuk pasar Korea Selatan. Perangkat ini dipastikan menggunakan chipset Exynos 2600 dengan kode nama Thetis yang mengusung konfigurasi sepuluh inti atau deca-core.

  2. Arsitektur Prosesor Terbaru. Chipset ini memiliki satu inti utama yang berjalan pada kecepatan 3.5 GHz untuk menangani tugas paling berat. Selain itu terdapat tiga inti performa pada kecepatan 2.92 GHz dua inti menengah pada 2.6 GHz dan empat inti efisiensi pada 2.02 GHz.

  3. Kapasitas Memori RAM Lebih Besar. Ada kabar yang sangat menggembirakan bagi para pencinta multitasking karena Galaxy S26 terlihat menggunakan RAM sebesar 12GB sebagai standar. Peningkatan ini sangat dinantikan mengingat generasi sebelumnya masih banyak yang menggunakan RAM 8GB untuk model dasarnya.

  4. Pengolah Grafis Hasil Kolaborasi AMD. Sektor visual pada ponsel ini didukung oleh GPU Xclipse 960 yang merupakan hasil kerja sama Samsung dengan AMD. Komponen ini dikembangkan dengan arsitektur Radeon terbaru untuk memberikan pengalaman grafis yang lebih halus saat bermain gim.

  5. Hasil Skor Benchmark. Berdasarkan data yang ada perangkat ini meraih skor pada kisaran 2.400 hingga 2.700 poin untuk single-core dan sekitar 8.000 hingga 8.400 poin untuk multi-core. Walaupun angka ini masih berada di bawah bayang-bayang Snapdragon 8 Elite namun peningkatannya sudah terlihat cukup signifikan jika dibandingkan dengan generasi terdahulu.

Melihat perkembangan hasil uji coba ini tampaknya Samsung tetap berkomitmen untuk mengoptimalkan chipset buatan mereka sendiri agar tetap kompetitif. Meskipun persaingan dengan Snapdragon masih akan terus menjadi bahan diskusi di komunitas gadget Indonesia kehadiran Exynos 2600 dengan RAM lebih lega memberikan ekspektasi baru yang lebih menjanjikan. Kita perlu bersabar sedikit lebih lama sampai perangkat ini benar-benar diluncurkan secara resmi untuk membuktikan performa aslinya dalam penggunaan nyata.***

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI