Indogamers.com - Komitmen PT Antam (Persero) Tbk dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di UBPE Pongkor kembali mendapat pengakuan. Sejumlah penghargaan diraih ANTAM Pongkor sebagai hasil dari program lingkungan, sosial, dan inovasi pemberdayaan yang dijalankan secara berkelanjutan di kawasan Gunung Pongkor.
Dalam penilaian PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, UBPE Pongkor memperoleh peringkat PROPER Emas pada periode 2020–2021, periode 2022–2023, serta atas kinerja tahun 2024. Di sisi pemberdayaan masyarakat, UBPE Pongkor juga meraih Subroto Award 2025 dari Kementerian ESDM dalam kategori Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Mineral dan Batubara Terinovatif.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bagaimana ESG diterjemahkan menjadi program konkret di lapangan, mulai dari konservasi lingkungan hingga penguatan ekonomi warga di sekitar Gunung Pongkor.
Kerangka ESG di Gunung Pongkor
ESG sering dipahami sebagai kerangka kerja keberlanjutan yang menggabungkan pengelolaan lingkungan, dampak sosial, dan tata kelola perusahaan. Di UBPE Pongkor, ANTAM menempatkan ESG sebagai bagian dari praktik pertambangan yang bertanggung jawab, lewat kombinasi program konservasi, pengembangan ekonomi lokal, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Upaya itu sekaligus menjadi strategi untuk menjaga keberlanjutan jangka panjang di kawasan Gunung Pongkor.
PROPER Emas dan Kinerja Lingkungan
Dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, UBPE Pongkor tercatat meraih PROPER Emas pada periode 2020–2021 dan 2022–2023, serta atas kinerja tahun 2024. Predikat Emas merupakan level tertinggi dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan di Indonesia.
Capaian ini menjadi salah satu alasan ANTAM Pongkor kerap dijadikan rujukan praktik pertambangan berkelanjutan di kawasan Gunung Pongkor.
Konservasi dan Ekonomi Lokal di Ciguha
ANTAM Pongkor menjalankan Ekoriparian Ciguha sebagai bagian dari CIKAL TANGKAL sejak 2015. Inisiatif tersebut memadukan konservasi lingkungan, edukasi, serta pengembangan ekonomi lokal agar upaya menjaga kawasan tetap berjalan seiring peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kombinasi konservasi dan pemberdayaan menjadi ciri program, sekaligus memperkuat aspek Environmental dan Social dalam kerangka ESG.
Sirkular Ekonomi dan Pemberdayaan Warga
Untuk menjawab dampak sosial-lingkungan dari penambang tanpa izin (PETI), UBPE Pongkor menjalankan Pepeling Cisangku dan mengembangkan Program Sundung Cisarua. Sundung Cisarua dirancang menciptakan sirkular ekonomi terintegrasi dari limbah non-B3, sekaligus memperluas kesempatan kerja dan kompetensi warga melalui budidaya domba.
Pendekatan ini diarahkan agar solusi sosial tidak berhenti pada bantuan sesaat, melainkan membangun model ekonomi yang bisa diputar ulang dan diperluas oleh komunitas.
“Program ini berhasil menunjukkan perkembangan signifikan, di mana salah satu kelompok ternak yang awalnya menerima bantuan 50 ekor domba pada tahun 2021 kini telah berkembang menjadi lebih dari 800 ekor,” kata Wisnu.
Model Pertanian Sirkular di Kalongliud
Selain itu, ANTAM UBPE Pongkor bersama masyarakat Desa Kalongliud mengembangkan Program Garitan Kalongliud sejak 2020. Program tersebut dirancang sebagai model pertanian sirkular terpadu yang mengedepankan pemanfaatan lahan tidur, efisiensi sumber daya air, pengelolaan limbah, serta penguatan kelembagaan petani berbasis komunitas.
Pendekatan ini membuat dukungan yang diberikan lebih berorientasi pada kemandirian, bukan sekadar bantuan sosial.
Efisiensi Energi, Emisi, dan Perlindungan Biodiversitas
UBPE Pongkor memperkuat inovasi lingkungan melalui geoecoedutourism—konsep yang menggabungkan edukasi, konservasi, dan wisata berbasis lingkungan. Praktik good mining practices juga dijalankan, termasuk efisiensi energi, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Langkah-langkah ini diarahkan untuk memastikan operasional pertambangan tetap selaras dengan daya dukung lingkungan.
Penghargaan Lain yang Diraih
Pada 2025, Kementerian ESDM memberikan Subroto Award 2025 kepada UBPE Pongkor untuk kategori Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Mineral dan Batubara Terinovatif. Di sisi lain, terdapat sejumlah apresiasi lain seperti Tamasya Award 2023 dan 2024, ISDA 2022, serta CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards 2025.
Deretan penghargaan ini menjadi indikator bahwa praktik ESG ANTAM Pongkor berjalan lintas aspek—lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Dengan berbagai inisiatif lingkungan dan sosial, UBPE Pongkor menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari cara kerja, bukan sekadar agenda seremonial.
“Komitmen ANTAM terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance bukanlah sesuatu yang baru. Berbagai program pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat telah dijalankan secara konsisten di berbagai wilayah operasional, termasuk di UBPE Pongkor. Melalui berbagai inisiatif tersebut, ANTAM terus berupaya memastikan bahwa kegiatan pertambangan dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian nasional,” tutup Wisnu.






















