Indogamers.com – Halo, Sobat Gamers dan pecinta anime! Siapa sih yang nggak tahu Demon Slayer (Kimetsu no Yaiba)? Serial garapan Ufotable ini memang terkenal nggak segan-segan "menghabisi" karakter favorit kita dengan cara yang dramatis.
Tapi, jujur aja, kadang ada beberapa karakter yang nasib akhirnya terasa kurang gereget atau bahkan bikin kita mikir, "Masa cuma gini doang sih?". Melansir dari Game Rant, ada enam karakter yang sebenarnya punya potensi besar tapi malah dikasih ending yang terasa kurang adil.
Yuk, kita bedah daftar lengkapnya dalam format listing di bawah ini!
Baca Juga: Daftar Game Baru Xbox Game Pass Februari 2026: Ada Kingdom Come 2 dan The Witcher 3!
1. Sabito: Si Jenius yang Jadi Korban Dendam Masa Lalu
Sabito muncul di awal cerita sebagai sosok mentor spiritual bagi Tanjiro. Ternyata, Sabito mati saat Seleksi Akhir hanya karena iblis Tangan (Hand Demon) punya dendam pribadi pada gurunya, Urokodaki.
Kenapa Kurang Adil? Sabito punya potensi melampaui Giyu Tomioka. Sayangnya, kariernya sebagai pembasmi iblis harus terhenti terlalu cepat. Banyak fans berharap dia bisa bertahan hidup dan bertarung berdampingan dengan Giyu di masa depan.
2. Gyokko: Iblis Bulan Atas yang Cuma Jadi "Samsak"
Sebagai Upper Moon 5, Gyokko harusnya sangat mengancam. Tapi di tangan Muichiro Tokito, dia malah terlihat seperti musuh kacangan alias jobber.
Kenapa Kurang Adil? Berbeda dengan Akaza atau Daki yang punya flashback masa lalu yang emosional, Gyokko mati begitu saja tanpa latar belakang yang jelas. Dia cuma jadi alat untuk memamerkan kekuatan Demon Slayer Mark milik Muichiro.
3. Rei: Istri "Palsu" Muzan yang Terlupakan
Ingat wanita manusia yang dikira istri oleh Muzan di Asakusa? Itulah Rei. Perannya sangat kecil, hanya untuk menunjukkan betapa liciknya Muzan dalam menyamar.
Kenapa Kurang Adil? Setelah insiden tersebut, Rei hilang begitu saja dari cerita. Fans berharap setidaknya ada satu adegan yang memperlihatkan nasib Rei setelah pengaruh Muzan hilang, atau momen saat dia sadar bahwa suaminya adalah monster paling berbahaya di dunia.
4. Mukago: Potensi Lower Moon yang Disia-siakan
Muzan memang bos yang kejam. Dia membantai hampir semua Lower Moon hanya karena dianggap lemah, termasuk Mukago (Lower Moon 4).
Kenapa Kurang Adil? Mukago bahkan tidak sempat menunjukkan kekuatannya sama sekali. Bayangkan betapa serunya kalau Mukago atau salah satu Lower Moon lainnya berhasil kabur dan menjadi "serigala pembangkang" yang mencari jalan mereka sendiri, entah itu bertobat atau membalas dendam pada Muzan.
5. Shinobu Kocho: Balas Dendam yang Berakhir Tragis
Kematian Shinobu di tangan Doma adalah salah satu momen paling ikonik sekaligus menyedihkan. Meskipun tujuannya tercapai untuk melemahkan Doma, Shinobu tidak pernah benar-benar "hidup" untuk merayakan kemenangannya.
Kenapa Kurang Adil? Secara narasi, pengorbanannya memang luar biasa. Namun, secara emosional, Shinobu layak mendapatkan akhir di mana dia bisa pensiun dengan damai (seperti Uzui Tengen) dan menemukan makna hidup di luar obsesinya untuk membalas dendam atas kematian kakaknya, Kanae.
6. Shinjuro Rengoku: Mantan Hashira yang Butuh Momen Penebusan Lebih
Ayah dari Kyojuro ini memang akhirnya sadar dan berhenti mabuk-mabukan. Tapi, perannya di akhir cerita terasa kurang maksimal.
Kenapa Kurang Adil? Alih-alih cuma duduk di rumah, akan sangat epik jika Shinjuro mengambil kembali pedang Nichirin-nya dan menunjukkan pada dunia kenapa dia dulu layak menyandang gelar Flame Hashira. Momen "satu pertarungan terakhir" akan menjadi penutup yang sempurna untuk busur penebusan dosanya.
Baca Juga: Dompet Aman! Xbox Game Pass Umumkan Game Baru Februari 2026, Ada Kingdom Come: Deliverance 2!
Nah, itu dia daftar karakter yang dianggap layak mendapatkan nasib lebih baik. Menurut kamu, siapa yang paling bikin nyesek? Apakah Sabito yang mati muda, atau Shinobu yang nggak sempat menikmati masa pensiunnya?***


















