James Cameron dan Disney Digugat Terkait Karakter Neytiri di Avatar

James Cameron dan Disney Digugat Terkait Karakter Neytiri di Avatar(FOTO: Dexerto)

Indogamers.com - Sutradara kondang James Cameron dan The Walt Disney Company menghadapi gugatan hukum serius atas dugaan penggunaan kemiripan wajah aktris Q’orianka Kilcher secara ilegal. Wajah bintang film The New World tersebut diklaim telah diekstraksi tanpa izin untuk menciptakan karakter ikonik Neytiri dalam waralaba film Avatar.

Avatar merupakan salah satu waralaba paling sukses dalam sejarah layar lebar yang juga melahirkan kerajaan bisnis di bidang gim, mainan, hingga wahana taman hiburan. Gugatan ini muncul di tengah kesuksesan film-filmnya, termasuk sekuel terbaru The Way of Water dan Fire and Ash.

Dalam berkas gugatan yang dilaporkan oleh Variety, Kilcher mengeklaim bahwa setelah ia memerankan tokoh Pocahontas pada film The New World tahun 2006, James Cameron mengambil fitur wajahnya dari sebuah foto di surat kabar LA Times. Fitur tersebut kemudian diduga dijadikan fondasi oleh tim desain untuk menciptakan karakter Neytiri.

Kilcher mengungkapkan bahwa beberapa bulan setelah Avatar pertama dirilis pada 2009, ia sempat mengunjungi kantor Cameron. Saat itu, sang sutradara menunjukkan sebuah sketsa buatannya disertai catatan tangan berbunyi: "Kecantikanmu adalah inspirasi awal saya untuk Neytiri. Sayang sekali Anda sedang syuting film lain. Lain kali."

Awalnya, Kilcher menganggap hal tersebut hanyalah gestur pribadi atau inspirasi biasa. Namun, kesadarannya berubah setelah melihat video wawancara tahun 2024 yang beredar kembali di tahun 2025. Dalam video tersebut, Cameron berdiri di depan sketsa Neytiri dan secara eksplisit menyebutkan nama Kilcher sebagai sumber referensi bagian bawah wajah karakter tersebut.

"Sangat mengganggu mengetahui bahwa wajah saya, saat masih gadis berusia 14 tahun, diambil dan digunakan tanpa sepengetahuan atau persetujuan saya untuk membantu menciptakan aset komersial yang menghasilkan nilai ekonomi luar biasa bagi Disney dan Cameron," ujar Kilcher.

Kuasa hukum utama Kilcher, Arnold P. Peter, menegaskan bahwa apa yang dilakukan Cameron bukanlah sekadar inspirasi, melainkan "ekstraksi". Ia menyebut tindakan mengambil fitur wajah biometrik gadis pribumi berusia 14 tahun untuk proses produksi industri tanpa izin sebagai sebuah pencurian, bukan karya seni film.

Gugatan ini juga menyeret Lightstorm Entertainment serta beberapa perusahaan efek visual lainnya. Pihak Kilcher menuntut ganti rugi kompensasi dan hukuman, pembagian keuntungan dari penggunaan kemiripan wajahnya, serta pengungkapan publik secara korektif. Hingga saat ini, pihak James Cameron maupun Disney belum memberikan komentar resmi terkait gugatan tersebut.

Kasus ini membuka diskusi panjang mengenai batasan antara "inspirasi artistik" dan hak atas identitas wajah di industri hiburan modern, terutama pada proyek-proyek besar yang melibatkan teknologi efek visual tingkat tinggi.

Bagaimana pendapatmu, Sobat Indogamers? Apakah menurutmu wajar jika wajah seorang aktris dijadikan referensi karakter gim atau film tanpa izin tertulis?***

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI