Indogamers.com - Solo Leveling sukses mengukuhkan posisinya sebagai fenomena global. Mengisahkan perjalanan Sung Jinwoo dari Hunter terlemah hingga menjadi yang terkuat di dunia melalui sistem peningkatan level, adaptasi anime yang digarap oleh Aniplex dan A-1 Pictures ini berhasil melambungkan popularitas versi novel web dan manhwa aslinya ke tingkat tertinggi.
Meskipun demikian, sebagian penggemar sempat mempertanyakan mengapa karya asli asal Korea Selatan ini justru diadaptasi oleh studio animasi asal Jepang. Teka-teki tersebut akhirnya terjawab dalam wawancara terbaru produser Solo Leveling, Atsushi Kaneko, bersama media FirstPost pada 18 Mei 2026.
Sota Furuhashi: Sosok Fixer di Balik Proyek Solo Leveling
Dalam perhelatan Comic Con di Mumbai, India, yang berlangsung pada 9–10 Mei 2026 lalu, Atsushi Kaneko hadir bersama pengisi suara (seiyuu) Sung Jinwoo, Taito Ban. Di sela-sela acara tersebut, Kaneko membeberkan kronologi awal bagaimana proyek anime ini bisa terwujud.

Kaneko mengungkapkan bahwa ide untuk mengadaptasi Solo Leveling pertama kali lahir di dalam internal Aniplex. Sosok yang menjadi dalang utama di balik layar adalah Sota Furuhashi, seorang produser berbakat dari Aniplex.
"Ada semacam 'fixer' yang terlibat dalam menginisiasi proyek ini sejak awal. Dialah Sota Furuhashi dari Aniplex. Dia yang membawa ide tersebut kepada saya, dan alasan saya menyetujuinya adalah… Saya mendapat kesan bahwa ada kesempatan besar untuk menciptakan sebuah pergerakan (movement) yang menarik lewat karya ini," ungkap Atsushi Kaneko.
Kaneko mengakui bahwa ia mengambil proyek ini murni berdasarkan insting kuatnya, tanpa alasan birokrasi yang rumit, dan kepercayaan tersebut terbukti membuahkan hasil yang luar biasa.
Sukses Global yang Tak Terprediksi
Sejak memulai debutnya pada 7 Januari 2024 dengan 12 episode, disusul Musim Kedua pada 4 Januari 2025 dengan 13 episode, Solo Leveling langsung meledak di platform Crunchyroll. Saat ini, seri tersebut menjadi salah satu anime yang paling banyak ditonton dan mendekati angka 1 juta ulasan positif di platform streaming tersebut.

Menariknya, kesuksesan masif ini ternyata di luar ekspektasi tim produksi sendiri. Ketika ditanya apakah ia sudah memprediksi dampak global dari anime ini, Kaneko menjawab dengan jujur. "Sejujurnya, tidak. Saya sama sekali tidak tahu bahwa skalanya akan menjadi sebesar ini," tuturnya.
Ambisi Besar untuk Season 3 dan Rumor Layar Lebar
Meskipun sangat populer di ranah internasional, Kaneko menilai Solo Leveling masih memiliki pekerjaan rumah di pasar domestik Jepang jika ingin bersaing dengan waralaba legendaris seperti One Piece, Naruto, atau Dragon Ball.
"Di Jepang, Solo Leveling belum sepopuler itu secara universal. Jika musim ketiga benar-benar digarap, di situlah saya ingin mendobrak batasan tersebut," kata Kaneko optimistis.

Meskipun kelanjutan untuk Season 3 belum diumumkan secara resmi, komunitas penggemar berspekulasi bahwa proyek animasi berikutnya akan hadir dalam bentuk film teatrikal layar lebar pada tahun 2027. Dugaan ini diperkuat oleh bocoran laporan komite A-1 Pictures yang sempat beredar pada tahun 2025 lalu. Mengaca pada kesuksesan format film Demon Slayer: Infinity Castle, adaptasi layar lebar dinilai menjadi senjata pamungkas yang tepat untuk meledakkan popularitas Solo Leveling di Jepang maupun global.
Penutup
Keberanian Sota Furuhashi dan Atsushi Kaneko untuk melompati batas negara dalam mengadaptasi Solo Leveling terbukti menjadi salah satu keputusan terbaik di industri anime modern. Kini, para penggemar hanya perlu bersabar menanti kejutan berikutnya dari petualangan epik Shadow Monarch ini.
Bagaimana pendapatmu, Sobat Indogamers? Apakah kamu lebih memilih Solo Leveling berlanjut dalam format serial Season 3 atau langsung diangkat menjadi film layar lebar di bioskop? Sampaikan opinimu di kolom komentar dan terus pantau Indogamers.com untuk informasi terbaru seputar dunia anime dan manga.***