7 Fakta Menarik Muse, Model AI untuk Bikin Visual Video Game

Ilustrasi generatif AI. (Sumber: Eurogamer)

Indogamers.com - Microsoft baru saja mengenalkan Muse AI, model AI terbaru yang dirancang untuk menciptakan game.

Muse dikembangkan dengan data dari game Bleeding Edge besutan Ninja Theory.

Model AI ini bisa memahami lingkungan tiga dimensi dan fisika dalam game, lalu merespons interaksi pemain secara real-time.

Penasaran seperti apa kehebatan Muse AI? Berikut ulasannya, dirangkum dari laman resmi Microsoft.

1. Apa Itu Muse?

Muse AI adalah model AI generatif yang dikembangkan oleh Microsoft Research Game Intelligence bersama Teachable AI Experiences (Tai X).

Model ini dibuat untuk membantu ideasi pembuatan video game memanfaatkan kecerdasan buatan.

Baca Juga: 7 Fakta Penting di Balik Penundaan Jadwal Rilis Fable oleh Microsoft

2. Pakai WHAM untuk Hasil Lebih Realistis

Muse bekerja dengan sistem World and Human Action Model (WHAM), di mana AI mampu memahami dunia dalam game dan bagaimana karakter berinteraksi.

Dengan sistem ini, Muse menghasilkan gameplay lebih realistis dan dinamis.

3. Hasil Riset di Jurnal Nature

Teknologi Muse bukan eksperimen biasa. Penelitian model AI ini sudah dipublikasikan di jurnal ilmiah Nature.

Singkatnya, pengembangan Muse AI telah berbasis studi dan data yang kuat.

4. Bisa Diakses Secara Open Source

Kabar baik bagi para developer game, Muse AI, termasuk bobot dan data sampelnya, dibuka untuk publik via Azure AI Foundry.

Artinya, siapa pun yang ingin eksperimen dengan AI ini bisa menggunakannya secara gratis.

Baca Juga: 5 Daya Tarik Game Fable Besutan Microsoft hingga Ditunggu-tunggu Penggemarnya

5. Dilatih dengan Data Gameplay Nyata

Untuk memastikan hasil lebih akurat, Muse AI dilatih menggunakan data dari game Bleeding Edge, sebuah game 4v4 dari Xbox Game Studios' Ninja Theory.

Dengan lebih dari 1 miliar gambar dan aksi kontrol, AI ini setara dengan pengalaman bermain manusia selama 7 tahun.

6. Bisa Bikin Gameplay Kompleks

Muse AI mampu menghasilkan urutan gameplay kompleks dan bertahan selama beberapa menit.

Seiring dengan peningkatan skala pelatihan GPU, resolusi dan performanya juga terus berkembang.

7. WHAM Demonstrator: Antarmuka Interaktif untuk Eksperimen

Microsoft juga menghadirkan WHAM Demonstrator, antarmuka visual yang memungkinkan pengguna mencoba langsung bagaimana Muse bekerja dalam menghasilkan visual dan aksi dalam game.

Baca Juga: Microsoft Rilis AI Generatif untuk Bikin Video Game

Menilik kemampuannya ini, Muse AI bisa membuka banyak kemungkinan di dunia game.

Developer bisa menggunakan AI ini untuk menciptakan skenario gameplay inovatif dan menarik tanpa harus bikin semuanya dari nol.***

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI