Indogamers.com - Pekan ketiga (Week 3) MPL Indonesia Season 17 ditutup dengan awan mendung bagi para pendukung sang Raja dari Segala Raja. Dalam laga penutup pada Minggu (12/4), RRQ Hoshi kembali harus menelan pil pahit setelah ditundukkan oleh Geek Fam dengan skor tipis 2-1.
Kekalahan ini bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan penegasan atas krisis yang sedang dialami RRQ Hoshi musim ini. Sebaliknya, bagi Geek Fam, kemenangan ini menjadi bukti kematangan mereka dalam mengeksekusi teamfight yang lebih rapi dan disiplin.
Dominasi Geek Fam di Game Penentu
Duel berlangsung sengit sejak game pertama. RRQ Hoshi sebenarnya sempat menunjukkan perlawanan disiplin, namun koordinasi Geek Fam dalam mengamankan objektif jauh lebih unggul.
Memasuki game ketiga sebagai penentu, Geek Fam tampil jauh lebih agresif. Set-up Lord yang rapi membuat lini pertahanan RRQ Hoshi kocar-kacir. Kemenangan ini menjadi poin krusial bagi Geek Fam setelah sebelumnya juga sukses melibas Team Liquid ID (TLID) dengan skor telak 2-0 di pekan yang sama.
Statistik Pahit: Musim Terburuk RRQ Hoshi
Hingga pertandingan kelima di musim ini, RRQ Hoshi secara mengejutkan belum berhasil mengantongi satu pun kemenangan match. Berikut adalah rapor merah RRQ Hoshi hingga akhir Week 3:
Kategori | Statistik |
Rekor Match | 0 Menang - 5 Kalah |
Agregat Poin | -7 Poin |
Posisi Klasemen | Peringkat 9 (Dasar Klasemen) |
Kesulitan adaptasi terhadap meta terbaru serta kendala integrasi pemain di peran krusial—terutama di posisi Roamer—disinyalir menjadi lubang besar yang belum berhasil ditambal oleh tim kepelatihan.
Misi Bangkit: Derby Klasik Menanti di Week 4
Jalan terjal bagi RRQ Hoshi dipastikan akan semakin mendaki pada pekan depan. Mereka dijadwalkan menghadapi laga sarat gengsi Derby Klasik melawan EVOS pada Sabtu (18/4), disusul laga berat melawan Bigetron pada Minggu (19/4).
Jika tidak segera melakukan perombakan strategi atau perubahan mentalitas, posisi RRQ Hoshi untuk mengamankan slot Playoffs akan semakin terancam. Sementara itu, Geek Fam kini mulai mengancam posisi papan atas yang saat ini masih didominasi oleh ONIC dan TLID.
Pemandangan RRQ Hoshi di dasar klasemen adalah sesuatu yang sangat langka di sejarah MPL Indonesia. Pertanyaannya sekarang, apakah "Derby Klasik" pekan depan akan menjadi titik balik kebangkitan sang Raja, atau justru menjadi paku terakhir bagi harapan mereka musim ini?
Gimana menurut kamu, apa yang salah dengan RRQ Hoshi musim ini? Apakah mereka butuh perombakan pemain di bursa transfer tengah musim nanti?