Indogamers.com-Hasil penelitian mengungkap game Mobile Legends membuat anak jadi mudah marah dan kasar kepada orangtua.
Penelitian ini terungkap dari Studi Kualitatif Eksplorasi Dampak Game Online: Mobile Legends Terhadap Perilaku & Emosi Remaja Di Kabupaten Minahasa.
Penelitian disusun oleh Trivena Usoha, Andi Buanasarib, Ferdinand Wowiling, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Sam Ratulangi, Indonesia, pada 2022 silam.
Disebutkan dalam hasil penelitian tersebut, selain perubahan perilaku, dalam penelitian ini ditemukan perubahan emosi.
Dan dari 10 partisipan dalam penelitian ini, 9 di antaranya merasakan perubahan emosi negatif yaitu menjadi mudah marah yang juga didukung oleh pernyataan dari orang tua partisipan, dan emosi negatif lainnya yang dirasakan yaitu menjadai stress, merasa kesal, memarahi orang tua, dan berkata kasar yang bisa mempengaruhi kehidupan keseharian remaja tersebut.
Baca Juga: 5 Kisah Kelam Game Mobile Legends di Indonesia, Ada yang Nyaris Bunuh Diri Gara-gara Akun Dihack
“Hemm…. Jadi lebe sensitif sto jadi gampang ba marah.” (Hemm….. jadi lebih sensitif, jadi mudah marah).
Perubahan lainnya akibat kecanduan bermain game Mobile Legends ini dilihat pada aspek kesehatan yakni seperti pola makan dan tidur tidak teratur, kesehatan mata terganggu, sakit kepala dan kram tangan, di mana hal-hal ini mungkin tidak akan terjadi jika remaja tidak kecanduan dengan game Mobile Legends.
Dalam aspek keuangan ditemukan bahwa remaja banyak menghabiskan uang untuk melakukan top up game, namun juga memberikan suatu keuntungan untuk mendapatkan uang dari menjual akun. Beberapa pernyataan partisipan juga didukung oleh pernyataan orangtua partisipan tersebut.
“Kalo kesehatan yah, yang pertama mata karna kurang hari-hari di game toh, mata jaba rasa saki, saki kepala karna kurang tidor.” (Kalau kesehatan, yang pertama mata karena selalu bermain game mata terasa sakit, sakit kepala karena kurang tidur).
“Rugi apa e…… ohh rugi kaluar-kaluar doi beli kuota, deng ja ba top up game.” (Rugi apa ya…. Ohh rugi menghabiskan uang untuk membeli kuota dan top up game).
Aspek akademik, anak mengabaikan tugas sekolah
Sisi negatif lain yang diungkap dalam penelitian adalah aspek akademik, di mana kecanduan game ini mempengaruhi pendidikan remaja karena menjadikan remaja tidak fokus dengan pendidikannya melainkan lebih fokus pada game tersebut dan mengabaikan tugas-tugas sekolahnya.
Baca Juga: Kisah Mahasiswa Minta Tolong Terancam DO Gara-gara Kecanduan Game
“Ada, karna torang cuman ta biasa di rumah main-main game, jadi ba rasa tertutup deng keluarga, deng teman.” (Ada, karna saya sudah terbiasa di rumah bermain game, saya jadi merasa tertutup dengan keluarga dan teman).
“Pengaruh kita jadi…… jadi so nda ja blajar kalo di rumah, so nda ja beking tugas.”
(Pengaruhnya saya jadi…… jadi tidak lagi belajar saat di rumah, tidak lagi mengerjakan tugas).***
sumber tulisan: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jkp/article/download/49577/45821/132596