Cara Unik Anak Inggris Kelabui Filter Usia Pakai Kumis Palsu

Cara Unik Anak Inggris Kelabui Filter Usia Pakai Kumis Palsu(FOTO: Dexerto)

Indogamers.com - Anak-anak di Inggris dilaporkan berhasil melewati sistem verifikasi usia daring dengan metode yang tidak biasa, yakni menggambar kumis palsu di wajah mereka untuk menipu alat pengenal wajah. Berdasarkan laporan terbaru dari Internet Matters yang bertajuk The Online Safety Act: Are Children Safer Online?, sepertiga dari anak-anak yang disurvei mengaku telah berhasil menghindari pemeriksaan usia dalam dua bulan terakhir. Fenomena ini mencuat setelah diberlakukannya Undang-Undang Keamanan Daring (Online Safety Act) di Inggris pada Juli 2025.

Laporan yang melibatkan 1.270 anak berusia 9-16 tahun beserta orang tua mereka tersebut menunjukkan bahwa sekitar sepertiga anak-anak menggunakan metode sederhana untuk menembus filter keamanan. Salah satu kasus unik melibatkan penggunaan alat kosmetik demi mendapatkan akses ke platform digital.

"Seorang ibu memberi tahu para peneliti bahwa dia memergoki putranya yang berusia 12 tahun menggunakan pensil alis untuk menggambar kumis di wajahnya agar dia bisa lolos pemeriksaan estimasi usia wajah sebuah platform," tulis laporan tersebut.

Sistem dilaporkan berhasil terkelabui dan memverifikasi identitas anak tersebut. Selain kumis palsu, anak-anak juga mengaku menggunakan taktik lain seperti memasukkan tanggal lahir palsu, meminjam kartu identitas orang lain, hingga menggunakan rekaman video wajah orang dewasa. Menariknya, kecanggihan grafis video game juga dimanfaatkan sebagai alat manipulasi.

"Saya telah melihat cuplikan orang-orang di internet di mana mereka akan mengambil klip karakter video game seperti sedang menoleh dan menggunakannya untuk verifikasi usia," kata seorang anak perempuan berusia 11 tahun kepada peneliti.

Salah satu contoh yang populer adalah penggunaan karakter Sam Porter Bridges dari game Death Stranding. Grafis yang sangat realistis pada wajah karakter tersebut digunakan untuk menipu filter sehingga sistem mengira pengguna tersebut adalah aktor Norman Reedus.

Berdasarkan studi tersebut, sebanyak 46% anak-anak menganggap pemeriksaan usia sangat mudah untuk diakali. Angka ini sangat kontras dengan hanya 17% responden yang menganggap sistem tersebut sulit ditembus. Kepercayaan diri untuk membobol sistem ini bahkan lebih tinggi pada kelompok usia yang lebih dewasa.

"Anak-anak yang lebih tua bahkan lebih percaya diri, dengan 52% dari mereka yang berusia 13 tahun ke atas mengatakan bahwa pemeriksaan usia mudah dikalahkan," ungkap temuan Internet Matters.

Penelitian ini juga mengungkap peran orang tua dalam fenomena tersebut. Sekitar 26% orang tua mengaku membiarkan anak mereka melewati pemeriksaan usia, sementara 17% lainnya secara aktif membantu anak mereka melakukannya. Hal ini menjadi tantangan besar bagi efektivitas aturan keamanan baru yang mewajibkan platform memberikan perlindungan lebih kuat bagi pengguna di bawah umur.

Di sisi lain, sistem ini justru dilaporkan mengalami malfungsi pada pengguna dewasa yang memiliki ciri fisik tertentu. Pria dengan tato terbanyak di Inggris diketahui mengalami kesulitan melewati sistem verifikasi usia karena teknologi tersebut terus mendeteksi wajahnya yang penuh tato sebagai sebuah topeng.***

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI