Wah , Bocah 9 Tahun Siksa Guru Gara-Gara iPadnya Disita?

Wah , Bocah 9 Tahun Siksa Guru Gara-Gara iPadnya Disita?

Hei Guys,

Anak-Anak jaman sekarang memang sudah tergantung dengan teknologi gadget. Berbagai smartphone, tablet bahkan laptop sekalipun sudah diberikan orang tua kepada anaknya dari kecil. Akibatnya, sang anak tentu saja terus berkelut dengan gadgetnya ketimbang berinteraksi dengan masyrakat. Kelakuan ini bisa dilihat dari kelakukan bocah yang berasal dari Amerika Serikat. Lantaran iPad miliknya disita guru, sang bocah malah menganiaya gurunya sendiri!

Bukannya berkelakukan baik disekolah, bocah ini malah melakukan tindakan yang sangat tidak baik untuk ditiru oleh semua anak-anak diseluruh dunia. Awalnya kejadian bermula dari gaduhnya keadaan kelas disekolah ketika guru mengajar. Kegaduhan tersebut disebabkan oleh beberapa anak yang keasikan bermain iPadnya dan berkompetisi dengan teman sekelasnya. 

Untuk menenangkan keadaan kelas, sang guru Maxi Shiflet yang agak kesal dengan kelakukan muridnya langsung menyita iPad dari para murid tersebut. Tapi dari sekian banyak murid yang disita, ternyata ada satu orang murid yang tidak terima dengan kelakukan sang guru yang menyita iPad miliknya. Siswa yang tidak diketahui identitasnya tersebut rupanya langsung mencengkram gurunya tersebut dan menginjak kaki kirinya hingga terluka.

Sang bocah yang berbadan besar tersebut kemudian menyerang gurunya lagi hingga akhirnya dipisahkan oleh beberapa murid dikelasnya. Bukan hanya dihentikan oleh beberapa murid dikelasnya, Sang siswa bahkan harus dikendalikan oleh tiga guru lainnya agar tidak melakukan penyerangan lagi. Kejadian ini membuat heboh dan cukup mengagetkan mengingat bahwa anak tersebut masih berumur 9 tahun dan berani melakukan kekerasan terhadap gurunya sendiri.

 

Hal ini tentu saja harus diperhatikan mengingat sang bocah masih harus lebih diperhatikan oleh orang tua mereka. Sang anak akhirnya dilaporkan kepolisi oleh sang guru. Tapi mengingat umur dari anak tersebut masih dibawah hukum, sang anak bebas dari hukuman polisi.

Tapi biarpun bebas dari hukuman polisi, sang anak diskorsing dan berada di rumah dalam pengawasan orang tuanya sampai jangka waktu yang ditentukan.(Afg)

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI