Indogamers.com - Sejarah mencatat, Indonesia adalah tempat di mana legenda esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) pertama kali lahir. Masih segar di ingatan ketika EVOS Legends mengangkat piala M1 di tahun 2019 setelah perang saudara melawan RRQ Hoshi.
Namun, sejarah juga mencatat kepahitan panjang setelahnya. Selama lima edisi berturut-turut (M2 hingga M6), trofi juara dunia itu enggan pulang, lebih memilih menetap di lemari tim-tim Filipina.
Kini, di awal tahun 2026, panggung megah M7 World Championship kembali ke Jakarta. Harapan jutaan komunitas MLBB Tanah Air kini bertumpu pada pundak dua tim dengan latar belakang yang sangat kontras: ONIC Esports dan Alter Ego.
Mereka menempuh "Dua Jalan" yang berbeda, namun membawa Satu Tujuan: Memulangkan Piala M-Series ke Ibu Pertiwi.
ONIC Esports: Simbol Dominasi dan Konsistensi
Jalan yang ditempuh ONIC Esports adalah jalan sang penguasa. Datang dengan status Juara MPL ID Season 16, Tim Landak Kuning adalah representasi dari kekuatan absolut dan konsistensi mental yang mengerikan.
Bayangkan saja, dalam sembilan musim terakhir MPL ID, SANZ dan kawan-kawan sukses menyabet tujuh gelar juara. Ini bukan kebetulan, ini adalah hegemoni. Secara materi pemain, mereka dianggap sebagai All-Star dunia. Secara gameplay, mereka adalah definisi rapi dan disiplin.
Namun, di balik lemari trofi yang penuh sesak itu, masih ada satu ruang kosong yang menyakitkan: Piala M-Series. Rasa penasaran inilah yang menjadi bahan bakar utama ONIC. M7 di Jakarta bukan sekadar turnamen bagi mereka, melainkan panggung pembuktian terakhir untuk melengkapi puzzle kejayaan mereka sebagai tim terkuat dalam sejarah MLBB.
Alter Ego: Simbol Kebangkitan dan "The Dark Horse"
Di sisi lain, jalan yang ditempuh Alter Ego sangatlah terjal dan berliku. El Familia bukanlah tim yang diunggulkan sejak awal musim. Terakhir kali mereka mencicipi panggung dunia adalah saat M2 di Singapura tahun 2020, lima tahun yang lalu!
Namun, Alter Ego datang ke M7 sebagai simbol kebangkitan. Dipimpin oleh veteran Nino, tim ini berani merombak skuad dengan memasukkan darah muda (young blood) dan rookie yang lapar. Hasilnya? Mereka mengejutkan semua orang dengan menjadi runner-up MPL ID S16, menyingkirkan tim-tim raksasa lainnya.
Status mereka sebagai "Kuda Hitam" justru menjadi senjata mematikan. Di saat mata dunia tertuju pada ONIC, Team Liquid PH, atau SRG.OG, Alter Ego bisa bermain lepas tanpa beban. Mereka adalah antitesis dari kemapanan, siap menantang status quo dan meledakkan kejutan di saat lawan lengah.
Satu Tujuan: #IndoPride
Pada akhirnya, tidak peduli apakah itu jalan dominasi milik ONIC atau jalan kejutan milik Alter Ego, keduanya bermuara pada satu harapan yang sama.
Komunitas MLBB Indonesia yang dikenal paling militan di dunia sudah terlalu lama menahan rindu. M7 World Championship yang digelar 3-25 Januari 2026 di Jakarta adalah momentum terbaik untuk menghentikan dominasi Filipina.
Di atas kertas, ONIC punya kualitas untuk menang. Di sisi mental, Alter Ego punya keberanian untuk menantang. Kini, tugas kita sebagai "Pemain ke-6" adalah memberikan dukungan penuh tanpa henti.
Ayo ONIC! Ayo Alter Ego! Pulangkan piala itu!***




















