Indogamers.com - Laju Alter Ego (AE) di ajang M7 World Championship benar-benar sulit dihentikan. Melawan raksasa Myanmar, Yangon Galacticos (YG), El Familia sukses menang telak 2-0 dan mencetak sejarah sebagai tim pertama yang lolos ke fase Knockout.
Dengan rekor 3-0 tanpa kalah satu game pun, AE menunjukkan kematangan bermain yang luar biasa. Namun, di balik kemenangan tersebut, tersimpan tensi tinggi yang membuat pertandingan ini terasa sangat personal bagi para pemain Indonesia.
Dendam Scrim
Alasan pertama Alter Ego tampil begitu agresif adalah karena perlakuan Yangon Galacticos saat sesi latihan (scrim). Nino mengungkapkan bahwa tim lawan sering melakukan provokasi yang memancing emosi mereka.

"Dia kayak bisa dibilang tengil sih, soalnya kayak 'good game' terus kayak chat all 'hehe' gitu (pas latihan). Sebenarnya emang kita dari awal panas duluan, kayak berharap lawan YG itu. Soalnya kita tipikal orang yang cepet banget ke-trigger lah," ungkap Nino jujur.
Hal senada juga disampaikan oleh Arfy. Baginya, aksi taunting tersebut justru menjadi bensin yang membakar semangat juang tim di atas panggung.
"Kita juga panas sih, mereka waktu latihan taunting mulu. Makanya kita panas lawan mereka. Apalagi hari ini kayaknya musuhnya gampang mati," cetus Arvy dengan percaya diri.
Misi Balas Dendam untuk ONIC Esports

Selain urusan latihan, Alter Ego membawa misi besar untuk menjaga martabat Indonesia (Indopride). Mereka ingin membalaskan kekalahan ONIC Esports yang sebelumnya ditekuk oleh YG. Hijumee menegaskan bahwa solidaritas sesama tim Indonesia adalah motivasi utama.
"Lebih ke arah balasin dendam ONIC sih, karena kemarin mereka (YG) taunting kan. Jadi sesama Indo kita saling support sih, kita pengen bantai dia banget lah," kata Hijume.
Pembuktian Arfy

Salah satu momen paling ikonik dalam laga ini adalah ketika Arfy mendapatkan Maniac dengan hero Freya di Gold Lane. Arfy mengaku ingin membungkam kritik yang sebelumnya menyebut permainan Freya-nya kurang maksimal.
"Aku pakai Freya tadi cuma mau ngebuktiin kalau Freya bisa dipakai. Soalnya aku kemarin pakai Freya badut kan. Aku mau ngebuktiin aja Freya-ku," tutur Arfy.
Dukungan Tulus untuk ONIC
Meski sudah aman di puncak, para pemain Alter Ego tetap memberikan dukungan moral bagi ONIC Esports yang masih berjuang di fase grup. Alekk dan Nino yakin bahwa Sang Raja Langit hanya butuh waktu untuk panas.

"Mungkin belum panas aja kemarin. Buat ONIC, abang-abang gua dulu pas gua di ONIC, semangat lah! Mereka jago banget bisa dibilang," ujar Alekk memberikan semangat.
Nino pun menambahkan harapannya untuk melihat All Indonesian Final:
"Aku pengen Indonesia ada di dua besar dua-duanya. Semangat dan kerja keras. Mereka tuh jago, sumpah... mereka jago," tutup sang kapten.
Kesimpulan
Kemenangan Alter Ego adalah bukti bahwa taunting lawan justru bisa menjadi bumerang jika dihadapi dengan mentalitas yang tepat. Kini, publik menantikan apakah dominasi AE akan terus berlanjut hingga partai puncak dan apakah ONIC mampu menyusul langkah mereka ke babak Knockout.***





















