Indogamers.com - Gila sih, ini baru namanya definisi mental juara sesungguhnya! Sempat dibuat kocar-kacir oleh pergerakan agresif tim asal Turki, Boostgate Esports (BGT), di fase awal permainan, ONIC Esports akhirnya menunjukkan taringnya. Lewat momentum inisiasi "gila" dari sang Roamer, Kiboy, dan ketajaman Skylar, Sang Raja Langit sukses mengamankan poin krusial di panggung M7 Jakarta hari ini. Epic comeback is real! Berikut beberapa kunci kemenangan ONIC Esports:
The Kiboy Effect
Saat posisi tim sedang terdesak, aksi "culik" (pick-off) dari Kiboy menjadi titik balik (turning point) yang krusial. Inisiasinya yang presisi sukses mematikan pergerakan pilar penting Boostgate satu per satu, membuka celah bagi ONIC untuk bernapas dan melakukan serangan balik. Momen-momen krusial ini membuktikan kenapa Kiboy disebut salah satu Roamer terbaik dunia.
Mental Baja Lutfii
Di early game, Lutfii menjadi bulan-bulanan dan berkali-kali di-take down oleh rotasi agresif BGT. Namun, inilah mental juara ONIC berbicara. Mereka tidak panik, Lutfii tetap tenang menjaga lane, dan tim fokus mengejar ketertinggalan objektif serta menutup gold gap perlahan tapi pasti.
Duet Maut Skylar & Kairi
Memasuki fase late game, ONIC memegang kendali penuh berkat damage output yang mengerikan. Performa Skylar sebagai Goldlaner yang disiplin menjaga posisi dan Kairi sebagai Jungler yang lincah menjadi eksekutor utama. Sinergi keduanya memastikan setiap teamfight besar berakhir dengan kemenangan telak bagi ONIC.
Perubahan Strategi Disiplin
Menyadari kesalahan di menit-menit awal, ONIC melakukan perubahan strategi (strategy shift) yang cerdas di tengah laga. Mereka berhenti meladeni permainan rusuh BGT dan bermain lebih disiplin, sabar menunggu momen untuk melakukan counter-initiate saat musuh melakukan over-commit.
Tekanan Awal Boostgate (BGT)
Harus diakui, BGT bermain sangat rapi di awal. Mereka sempat memegang kendali permainan dengan mengamankan banyak Turtle dan objektif. Sayangnya, mereka gagal memanfaatkan momentum tersebut untuk menutup game dengan cepat (snowballing) sebelum ONIC mencapai power spike heronya.
Fokus di Tengah Intensitas Tinggi
Atmosfer panggung M7 Jakarta yang panas menuntut fokus tingkat dewa. Sanz menyebutkan bahwa kunci kemenangan mereka adalah kemampuan untuk fokus 100% pada in-game performance. Ketenangan inilah yang membuat mereka bisa keluar dari tekanan hebat lawan.
ONIC Esports membuktikan bahwa tertinggal di early game bukan berarti kiamat. Dengan mentalitas baja dan eksekusi mikro yang matang, mereka sukses mendesak balik Boostgate dan mengamankan poin kemenangan. Kiboy emang nggak ada obat ya, Guys!
Setuju nggak kalau Kiboy jadi MVP di laga tadi? Atau kalian punya jagoan lain? Tulis pendapat kalian di kolom komentar ya!***



















