Indogamers.com - Laju Alter Ego (AE) di ajang M7 World Championship benar-benar sulit dihentikan. Melawan raksasa Myanmar, Yangon Galacticos (YG), El Familia sukses menang telak 2-0 dan mencetak sejarah sebagai tim pertama yang lolos ke fase Knockout.
Dengan rekor 3-0 tanpa kalah satu game pun, AE menunjukkan kematangan bermain yang luar biasa. Namun, di balik kemenangan tersebut, tersimpan tensi tinggi yang membuat pertandingan ini terasa sangat personal bagi para pemain Indonesia.
Dendam Scrim
Alasan pertama Alter Ego tampil begitu agresif adalah karena perlakuan Yangon Galacticos saat sesi latihan (scrim). Nino mengungkapkan bahwa tim lawan sering melakukan provokasi yang memancing emosi mereka.

Hal senada juga disampaikan oleh Arfy. Baginya, aksi taunting tersebut justru menjadi bensin yang membakar semangat juang tim di atas panggung.
Misi Balas Dendam untuk ONIC Esports

Selain urusan latihan, Alter Ego membawa misi besar untuk menjaga martabat Indonesia (Indopride). Mereka ingin membalaskan kekalahan ONIC Esports yang sebelumnya ditekuk oleh YG. Hijumee menegaskan bahwa solidaritas sesama tim Indonesia adalah motivasi utama.
Pembuktian Arfy

Salah satu momen paling ikonik dalam laga ini adalah ketika Arfy mendapatkan Maniac dengan hero Freya di Gold Lane. Arfy mengaku ingin membungkam kritik yang sebelumnya menyebut permainan Freya-nya kurang maksimal.
Dukungan Tulus untuk ONIC
Meski sudah aman di puncak, para pemain Alter Ego tetap memberikan dukungan moral bagi ONIC Esports yang masih berjuang di fase grup. Alekk dan Nino yakin bahwa Sang Raja Langit hanya butuh waktu untuk panas.

Nino pun menambahkan harapannya untuk melihat All Indonesian Final:
Kesimpulan
Kemenangan Alter Ego adalah bukti bahwa taunting lawan justru bisa menjadi bumerang jika dihadapi dengan mentalitas yang tepat. Kini, publik menantikan apakah dominasi AE akan terus berlanjut hingga partai puncak dan apakah ONIC mampu menyusul langkah mereka ke babak Knockout.***