Aturan Ketat Gacha Berlaku, Fitur Inkubator Pokemon GO Mulai Dibatasi di Brasil

Aturan Ketat Gacha Berlaku, Fitur Inkubator Pokemon GO Mulai Dibatasi di Brasil(FOTO: Niantic)

Indogamers.com - Para pemain Pokémon GO di Brasil melaporkan adanya perubahan besar pada sistem Inkubator dan beberapa item berbayar di toko dalam game (in-game shop). Kebijakan ini diberlakukan oleh Niantic menyusul keputusan terbaru dari pengadilan setempat yang melarang keras peredaran mekanik acak serupa loot box (gacha) dalam game yang bisa diakses oleh anak-anak di bawah umur.

Berdasarkan laporan massal dari para pelatih (trainers) setempat yang juga divalidasi oleh situs komunitas Pokémon GO Hub, beberapa item premium seperti Inkubator Premium, kotak bundel item tertentu, serta paket berbayar GO Pass kini mendadak tidak tersedia atau tidak lagi berfungsi seperti biasanya.

Meskipun sebelumnya beredar rumor bahwa fitur Inkubator telah diblokir total oleh pemerintah Brasil, kabar tersebut dipastikan tidak sepenuhnya benar. Pembatasan akses item ini rupanya sangat bergantung pada status akun masing-masing pemain, di mana proses verifikasi usia kini telah diubah menjadi prosedur yang wajib dilewati. Langkah ini diambil demi menyortir pemain yang masih berusia di bawah 18 tahun (minor) agar tidak bisa mengakses fitur tersebut.

Gugatan Massal Rp880 Miliar untuk Raksasa Game Dunia

Langkah cepat yang diambil oleh Niantic ini terjadi tidak lama setelah pengadilan Brasil menjatuhkan vonis besar terkait sistem loot box pada game-game yang dapat diakses oleh anak-anak dan remaja. Pihak pengadilan berargumen bahwa hadiah acak yang didapatkan menggunakan uang asli dapat mengekspos anak-anak pada mekanik yang serupa dengan perjudian.

Tidak tanggung-tanggung, sejumlah korporasi teknologi dan game raksasa dunia ikut terseret dalam kasus besar ini. Perusahaan seperti Nintendo, Sony, Google, Apple, Tencent Games, Electronic Arts, Ubisoft, hingga KONAMI diwajibkan untuk membayar ganti rugi kolektif yang diperkirakan mencapai sekitar 58,4 juta Dolar AS (setara Rp880 miliar lebih). Seluruh perusahaan tersebut kini dituntut untuk menghadirkan peringatan konsumen yang lebih jelas, verifikasi usia yang lebih ketat, dan perlindungan konsumen yang lebih baik.

Brasil sendiri memang telah memperketat hukum keselamatan anak sejak tahun 2025 lalu. Aturan tersebut secara tegas melarang penjualan sistem berhadiah acak menggunakan uang asli kepada pemain yang belum genap berusia 18 tahun.

Mengapa Sistem Telur Pokémon GO Dianggap Sebagai Loot Box?

Keterlibatan game Pokémon GO dalam polemik hukum ini berpusat pada mekanik penetasan Telur (Egg) dan fungsi Inkubator. Di dalam game, pemain memang tidak membeli Telur secara langsung menggunakan uang, melainkan mendapatkannya secara gratis dari fitur PokeStop.

Namun, untuk menetaskan lebih banyak telur dalam waktu bersamaan, pemain harus membeli Inkubator tambahan menggunakan uang asli. Karena isi dari Pokémon di dalam telur tersebut bersifat acak—termasuk peluang mendapatkan Pokémon langka, variasi regional, eksklusif event, hingga versi Shiny—badan regulasi Brasil melihat sistem komersial ini memiliki fungsi yang sama persis dengan kotak jarahan atau loot box yang dilarang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Niantic selaku pengembang utama Pokémon GO belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyesuaian sistem game mereka di wilayah Brasil, sehingga komunitas gamer masih harus memantau bagaimana perkembangan kasus ini dalam beberapa hari ke depan.***

Tags :
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI