Indogamers.com - Babak baru bagi masa depan industri esports di Asia Tenggara resmi dimulai. Pada Kamis, 14 Mei 2026 di Hanoi, Vietnam, sebuah acara penandatanganan kemitraan strategis untuk pengembangan ekosistem esports periode 2026–2030, sekaligus pengumuman resmi turnamen The Grand Esports 2026 (EGC2026), telah sukses diselenggarakan.
Acara akbar ini dihadiri oleh jajaran petinggi federasi esports, perusahaan teknologi terkemuka, game publisher, serta berbagai mitra strategis dari seluruh penjuru kawasan Asia Tenggara.
Sertifikasi Standar Olimpiade dan Pengakuan Regional
Sebagai kejuaraan esports internasional tingkat tinggi untuk Asia Tenggara, EGC2026 secara resmi mendapatkan dukungan penuh dari Federasi Esports Asia Tenggara.
Istimewanya, pencapaian kompetitif dari turnamen ini telah tersertifikasi dalam kerangka pengakuan esports berstandar Olimpiade. Langkah ini diambil guna memperkuat kredibilitas, sportivitas, serta prestise regional skena kompetitif Asia Tenggara di kancah esports global.
Lebih dari sekadar turnamen musiman biasa, EGC2026 hadir sebagai platform esports regional baru yang mengintegrasikan hubungan antara pemain, komunitas, dan publisher di seluruh Asia Tenggara. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, event tersebut bertujuan untuk mendukung pembibitan talenta-talenta baru, memperluas ekosistem kompetitif, dan mengangkat standar perkembangan esports regional ke level berikutnya.
Daftar Gim Utama: Dari Summoners War hingga Street Fighter
Salah satu daya tarik utama yang menjadi sorotan dalam peresmian ini adalah lini gim populer yang akan dipertandingkan. Gim strategi legendaris besutan Com2uS, Summoners War, dipastikan akan resmi hadir di panggung EGC2026.
Tidak sendirian, Summoners War akan bersanding dengan berbagai judul gim besar lainnya yang memiliki basis komunitas kuat di Asia Tenggara, yaitu:
Audition Mobile
CrossFire
Masuknya Summoners War di ajang EGC2026 dipastikan akan menyuguhkan perjalanan kompetisi yang spektakuler. Para pemain terbaik dari berbagai negara di Asia Tenggara akan saling adu strategi dan bertarung dalam pertempuran pamungkas (ultimate battle) di dalam Challenge Mode.
Penutup
Kemitraan strategis jangka panjang hingga tahun 2030 ini menjadi pondasi kokoh bagi Asia Tenggara untuk terus menelurkan atlet-atlet esports kelas dunia. Dengan dukungan sistem sertifikasi berstandar Olimpiade, EGC2026 siap menjadi kiblat baru turnamen multievent regional yang paling diantisipasi tahun ini.
Bagaimana pendapatmu, Sobat Indogamers? Siapakah perwakilan Indonesia yang paling kamu nantikan untuk unjuk gigi di cabang Summoners War atau Street Fighter pada ajang EGC2026 nanti? Tulis dukunganmu di kolom komentar dan terus pantau Indogamers.com untuk pembaruan jadwal pertandingan resminya.***






















